Binance Square

BeInCrypto ID

image
Kreator Terverifikasi
🌍 Berita terkini & analisis tak memihak dalam 26 bahasa!
0 Mengikuti
1.6K+ Pengikut
1.7K+ Disukai
96 Dibagikan
Posting
·
--
3 Meme Coin Untuk Dipantau di April 2026April 2026 menghadirkan deretan meme coin baru yang perlu dipantau, karena setup teknikal, perubahan di pasar derivatif, dan struktur wallet yang terpusat menciptakan peluang titik balik di berbagai token. Analis BeInCrypto sudah mengidentifikasi tiga meme coin yang menunjukkan sinyal berbeda menjelang awal bulan baru ini. Bonk (BONK) Bonk (BONK) memasuki April sebagai salah satu setup meme coin yang paling menarik di Solana. Latar belakangnya mendukung kondisi ini. Volume mingguan DEX Solana sempat turun hingga sekitar US$40,5 miliar di pertengahan Agustus 2025, lalu pulih hingga US$87,8 miliar pada pekan yang berakhir 23 Maret 2026. Peluncuran meme coin, yang dipimpin PumpSwap dengan nilai US$53,6 miliar, menjadi pendorong utama pemulihan tersebut. Aktivitas on-chain yang kembali bangkit ini langsung memberi manfaat bagi token Solana-native seperti BONK. Pemulihan Volume DEX Solana | Sumber: Dune Pada grafik 8 jam, BONK baru saja berhasil menghindari breakdown head-and-shoulders. Support di neckline bertahan, dan token ini menguat sekitar 8,6% dari titik terendah right shoulder. Lebih penting lagi, antara 8 Maret hingga 29 Maret, harga membentuk lower low, sementara Relative Strength Index (RSI)—indikator momentum—justru mencatatkan higher low. Ini menandakan bullish divergence, yaitu pola yang sering memicu pembalikan tren. Bullish Divergence RSI: TradingView Divergensi ini sudah menghasilkan pergerakan awal, namun potensi kenaikannya nampaknya belum berakhir. Agar reli harga meme coin ini berlanjut, BONK perlu bertahan di atas US$0,0000059 dan merebut kembali US$0,0000065, yaitu level Fibonacci 0,618. Jika berhasil breakout secara bersih di atas area itu, BONK berpeluang naik lagi sekitar 12% dari level saat ini. Analisis Harga BONK: TradingView Exponential Moving Average (EMA) 20 hari dan 50 hari, yaitu indikator tren yang lebih menyorot pergerakan harga terbaru, saat ini berada di rentang US$0,0000058 – US$0,0000059. BONK sedang diperdagangkan persis di bawah level tersebut, dan breakout bersih akan menjadi konfirmasi awal bahwa bullish divergence mulai membuahkan momentum berkelanjutan. namun, bila gagal bertahan di atas US$0,0000059 maka level US$0,0000054 pun terancam. Dengan volume DEX Solana berbasis meme yang membaik sebagai pendorong, serta dukungan divergence RSI untuk momentum, BONK masuk ke April dengan setup yang solid sebagai altcoin untuk dipantau bulan ini. Pudgy Penguins (PENGU) Pudgy Penguins (PENGU) telah jadi tren di CoinGecko selama beberapa pekan, namun data derivatif menjelang April memperlihatkan sinyal hati-hati untuk meme coin ini. Open Interest turun dari US$43,8 juta pada 25 Maret ke US$33,85 juta pada 30 Maret—turun 23% hanya dalam lima hari. Dalam periode yang sama, funding rate—yaitu cerminan keseimbangan antara posisi long dan short di kontrak perpetual—berubah dari yang tadinya positif 0,0011% menjadi sedikit negatif di -0,000279%. Open Interest dan Funding PENGU: Santiment Turunnya open interest bersamaan dengan pergeseran funding rate ke level negatif mengindikasikan posisi long sedang dilikuidasi dan posisi short baru masuk. Ini bukanlah tanda capitulation, tapi menunjukkan keyakinan trader leverage mulai menurun menjelang April. Grafik harian pun menambah kekhawatiran. PENGU membentuk pola head-and-shoulders, dengan support di neckline sekitar US$0,0060. Titik tertinggi “head” ada di sekitar US$0,0083, dan right shoulder masih dalam proses pembentukan. Pola ini belum mengalami breakdown, sehingga April akan menjadi bulan penting untuk proyeksi harga meme coin ini. Analisis Harga PENGU: TradingView Jika PENGU breakdown ke bawah US$0,0060, potensi penurunan selanjutnya menuju US$0,0052 atau turun sekitar 13%. namun, right shoulder bisa saja masih berkembang selama April, sehingga kenaikan harga tak serta-merta membatalkan struktur bearish ini. Penutupan harian di atas US$0,0083 diperlukan untuk membatalkan pola tersebut sepenuhnya. Sampai saat itu, pergerakan naik mungkin menipu bagi trader yang mengharapkan pembalikan arah, sehingga membuat PENGU menjadi salah satu meme coin paling berisiko untuk diawasi bulan ini. Siren (SIREN) Siren (SIREN) menjadi salah satu meme coin paling volatil di bulan Maret. Harganya sempat melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa US$4,71 sebelum mengalami koreksi turun. Meski volatilitas seperti itu terjadi, 48 jam terakhir justru sangat sepi. Pergerakan harga berubah datar sejak 28 Maret. Pola ini juga sempat muncul antara 18 Maret hingga 21 Maret sebelum terjadi lonjakan harga yang eksplosif sebelumnya. Ingin dapat lebih banyak insight token seperti ini? Daftar buletin harian kripto Editor Harsh Notariya di sini. Keheningan pasar ini semakin menarik jika melihat konsentrasi crypto whale di SIREN. 100 alamat teratas memegang 90,1% total suplai, dan selama 24 jam terakhir, baik pemegang terbesar maupun saldo exchange tidak mengalami perubahan signifikan. Saldo exchange berada di angka 70,96 juta SIREN, turun hanya 0,07%. 100 wallet teratas hanya menambah 0,14% ke aset mereka. Para holder besar benar-benar menahan diri. Konsentrasi Wallet | Sumber: Nansen Pada grafik 12 jam, sebuah divergensi bearish mulai terbentuk yang mengisyaratkan pemicu dalam beberapa hari ke depan. Antara 17 Maret hingga 28 Maret, harga SIREN mencetak higher high sementara RSI justru mencetak lower high. Divergensi ini belum memicu breakdown, karena token masih bergerak sideways di kisaran US$1,72. Analisis Harga SIREN | Sumber: TradingView Tingkat Fibonacci 0,236 di US$1,65 menjadi lantai yang krusial. Jika US$1,65 jebol, SIREN berpotensi turun tajam ke US$0,70 yang saat ini menjadi base jangka pendek. Jika pemegang 100 wallet teratas tiba-tiba mulai kembali akumulasi, harga SIREN bisa melesat ke US$2,23 bahkan sampai US$3,18. Dengan 90% suplai terkunci di wallet besar dan divergensi bearish yang sudah terbentuk, SIREN melengkapi jajaran meme coin yang patut diperhatikan di bulan April sebagai aset paling berisiko tinggi dari ketiga meme coin tersebut.

3 Meme Coin Untuk Dipantau di April 2026

April 2026 menghadirkan deretan meme coin baru yang perlu dipantau, karena setup teknikal, perubahan di pasar derivatif, dan struktur wallet yang terpusat menciptakan peluang titik balik di berbagai token.

Analis BeInCrypto sudah mengidentifikasi tiga meme coin yang menunjukkan sinyal berbeda menjelang awal bulan baru ini.

Bonk (BONK)

Bonk (BONK) memasuki April sebagai salah satu setup meme coin yang paling menarik di Solana. Latar belakangnya mendukung kondisi ini. Volume mingguan DEX Solana sempat turun hingga sekitar US$40,5 miliar di pertengahan Agustus 2025, lalu pulih hingga US$87,8 miliar pada pekan yang berakhir 23 Maret 2026.

Peluncuran meme coin, yang dipimpin PumpSwap dengan nilai US$53,6 miliar, menjadi pendorong utama pemulihan tersebut. Aktivitas on-chain yang kembali bangkit ini langsung memberi manfaat bagi token Solana-native seperti BONK.

Pemulihan Volume DEX Solana | Sumber: Dune

Pada grafik 8 jam, BONK baru saja berhasil menghindari breakdown head-and-shoulders. Support di neckline bertahan, dan token ini menguat sekitar 8,6% dari titik terendah right shoulder.

Lebih penting lagi, antara 8 Maret hingga 29 Maret, harga membentuk lower low, sementara Relative Strength Index (RSI)—indikator momentum—justru mencatatkan higher low. Ini menandakan bullish divergence, yaitu pola yang sering memicu pembalikan tren.

Bullish Divergence RSI: TradingView

Divergensi ini sudah menghasilkan pergerakan awal, namun potensi kenaikannya nampaknya belum berakhir. Agar reli harga meme coin ini berlanjut, BONK perlu bertahan di atas US$0,0000059 dan merebut kembali US$0,0000065, yaitu level Fibonacci 0,618.

Jika berhasil breakout secara bersih di atas area itu, BONK berpeluang naik lagi sekitar 12% dari level saat ini.

Analisis Harga BONK: TradingView

Exponential Moving Average (EMA) 20 hari dan 50 hari, yaitu indikator tren yang lebih menyorot pergerakan harga terbaru, saat ini berada di rentang US$0,0000058 – US$0,0000059.

BONK sedang diperdagangkan persis di bawah level tersebut, dan breakout bersih akan menjadi konfirmasi awal bahwa bullish divergence mulai membuahkan momentum berkelanjutan. namun, bila gagal bertahan di atas US$0,0000059 maka level US$0,0000054 pun terancam.

Dengan volume DEX Solana berbasis meme yang membaik sebagai pendorong, serta dukungan divergence RSI untuk momentum, BONK masuk ke April dengan setup yang solid sebagai altcoin untuk dipantau bulan ini.

Pudgy Penguins (PENGU)

Pudgy Penguins (PENGU) telah jadi tren di CoinGecko selama beberapa pekan, namun data derivatif menjelang April memperlihatkan sinyal hati-hati untuk meme coin ini. Open Interest turun dari US$43,8 juta pada 25 Maret ke US$33,85 juta pada 30 Maret—turun 23% hanya dalam lima hari.

Dalam periode yang sama, funding rate—yaitu cerminan keseimbangan antara posisi long dan short di kontrak perpetual—berubah dari yang tadinya positif 0,0011% menjadi sedikit negatif di -0,000279%.

Open Interest dan Funding PENGU: Santiment

Turunnya open interest bersamaan dengan pergeseran funding rate ke level negatif mengindikasikan posisi long sedang dilikuidasi dan posisi short baru masuk. Ini bukanlah tanda capitulation, tapi menunjukkan keyakinan trader leverage mulai menurun menjelang April.

Grafik harian pun menambah kekhawatiran. PENGU membentuk pola head-and-shoulders, dengan support di neckline sekitar US$0,0060. Titik tertinggi “head” ada di sekitar US$0,0083, dan right shoulder masih dalam proses pembentukan.

Pola ini belum mengalami breakdown, sehingga April akan menjadi bulan penting untuk proyeksi harga meme coin ini.

Analisis Harga PENGU: TradingView

Jika PENGU breakdown ke bawah US$0,0060, potensi penurunan selanjutnya menuju US$0,0052 atau turun sekitar 13%. namun, right shoulder bisa saja masih berkembang selama April, sehingga kenaikan harga tak serta-merta membatalkan struktur bearish ini.

Penutupan harian di atas US$0,0083 diperlukan untuk membatalkan pola tersebut sepenuhnya. Sampai saat itu, pergerakan naik mungkin menipu bagi trader yang mengharapkan pembalikan arah, sehingga membuat PENGU menjadi salah satu meme coin paling berisiko untuk diawasi bulan ini.

Siren (SIREN)

Siren (SIREN) menjadi salah satu meme coin paling volatil di bulan Maret. Harganya sempat melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa US$4,71 sebelum mengalami koreksi turun.

Meski volatilitas seperti itu terjadi, 48 jam terakhir justru sangat sepi. Pergerakan harga berubah datar sejak 28 Maret. Pola ini juga sempat muncul antara 18 Maret hingga 21 Maret sebelum terjadi lonjakan harga yang eksplosif sebelumnya.

Ingin dapat lebih banyak insight token seperti ini? Daftar buletin harian kripto Editor Harsh Notariya di sini.

Keheningan pasar ini semakin menarik jika melihat konsentrasi crypto whale di SIREN. 100 alamat teratas memegang 90,1% total suplai, dan selama 24 jam terakhir, baik pemegang terbesar maupun saldo exchange tidak mengalami perubahan signifikan.

Saldo exchange berada di angka 70,96 juta SIREN, turun hanya 0,07%. 100 wallet teratas hanya menambah 0,14% ke aset mereka. Para holder besar benar-benar menahan diri.

Konsentrasi Wallet | Sumber: Nansen

Pada grafik 12 jam, sebuah divergensi bearish mulai terbentuk yang mengisyaratkan pemicu dalam beberapa hari ke depan. Antara 17 Maret hingga 28 Maret, harga SIREN mencetak higher high sementara RSI justru mencetak lower high.

Divergensi ini belum memicu breakdown, karena token masih bergerak sideways di kisaran US$1,72.

Analisis Harga SIREN | Sumber: TradingView

Tingkat Fibonacci 0,236 di US$1,65 menjadi lantai yang krusial. Jika US$1,65 jebol, SIREN berpotensi turun tajam ke US$0,70 yang saat ini menjadi base jangka pendek.

Jika pemegang 100 wallet teratas tiba-tiba mulai kembali akumulasi, harga SIREN bisa melesat ke US$2,23 bahkan sampai US$3,18.

Dengan 90% suplai terkunci di wallet besar dan divergensi bearish yang sudah terbentuk, SIREN melengkapi jajaran meme coin yang patut diperhatikan di bulan April sebagai aset paling berisiko tinggi dari ketiga meme coin tersebut.
SWIFT Beralih ke Settlement Blockchain dengan Uji Coba LangsungSWIFT, jaringan pesan utama yang menghubungkan lebih dari 11.000 institusi keuangan di lebih dari 200 negara, telah memastikan bahwa shared ledger berbasis blockchain miliknya kini memasuki tahap MVP (Minimum Viable Product) pertama. Setelah menyelesaikan fase desain bersama kelompok bank global, jaringan ini sekarang bersiap melakukan transaksi dunia nyata pada akhir tahun ini. Apa yang Sebenarnya Dilakukan Blockchain Ledger SWIFT Shared ledger ini bukanlah blockchain publik dan tidak memakai native cryptocurrency. Ini adalah infrastruktur permissioned yang dibangun di atas Linea, sebuah jaringan layer-2 Ethereum yang dikembangkan oleh ConsenSys. Ledger ini mencatat, mengurutkan, dan memvalidasi transaksi antar institusi keuangan dengan memanfaatkan smart contract. Dengan begitu, deposit tokenisasi, stablecoin regulasi, dan central bank digital currencies bisa berpindah antar institusi secara real-time, setiap saat. Masalah yang Diselesaikan Pembayaran lintas negara tradisional biasanya mengandalkan jaringan perbankan koresponden yang hanya beroperasi di jam kerja, melibatkan banyak perantara, dan menyebabkan beban rekonsiliasi yang besar. Ledger milik SWIFT menyederhanakan proses tersebut dengan menggabungkan pesan dan penyelesaian transaksi ke dalam satu layer saja, sehingga bank dapat mengeksekusi pembayaran lebih cepat, memiliki visibilitas likuiditas yang lebih baik, dan mengurangi upaya rekonsiliasi secara drastis. Pada fase desain, lebih dari 30 institusi keuangan global berpartisipasi, termasuk JPMorgan, HSBC, BNP Paribas, Deutsche Bank, dan Bank of America. Masukan dari mereka berperan dalam membentuk fitur ledger, model tata kelola, serta roadmap pengembangan ke depannya. Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya MVP ini dijadwalkan bakal aktif untuk transaksi nyata tahun ini. SWIFT menempatkan ledger ini bukan untuk menggantikan infrastruktur pesan yang sudah ada, namun sebagai jalur paralel agar institusi keuangan bisa memanfaatkan settlement berbasis blockchain tanpa harus mendesain ulang alur kerja internal atau proses kepatuhannya. Bagi pasar pembayaran lintas negara tahunan senilai US$183 triliun, dampaknya sangat besar.

SWIFT Beralih ke Settlement Blockchain dengan Uji Coba Langsung

SWIFT, jaringan pesan utama yang menghubungkan lebih dari 11.000 institusi keuangan di lebih dari 200 negara, telah memastikan bahwa shared ledger berbasis blockchain miliknya kini memasuki tahap MVP (Minimum Viable Product) pertama.

Setelah menyelesaikan fase desain bersama kelompok bank global, jaringan ini sekarang bersiap melakukan transaksi dunia nyata pada akhir tahun ini.

Apa yang Sebenarnya Dilakukan Blockchain Ledger SWIFT

Shared ledger ini bukanlah blockchain publik dan tidak memakai native cryptocurrency. Ini adalah infrastruktur permissioned yang dibangun di atas Linea, sebuah jaringan layer-2 Ethereum yang dikembangkan oleh ConsenSys.

Ledger ini mencatat, mengurutkan, dan memvalidasi transaksi antar institusi keuangan dengan memanfaatkan smart contract. Dengan begitu, deposit tokenisasi, stablecoin regulasi, dan central bank digital currencies bisa berpindah antar institusi secara real-time, setiap saat.

Masalah yang Diselesaikan

Pembayaran lintas negara tradisional biasanya mengandalkan jaringan perbankan koresponden yang hanya beroperasi di jam kerja, melibatkan banyak perantara, dan menyebabkan beban rekonsiliasi yang besar.

Ledger milik SWIFT menyederhanakan proses tersebut dengan menggabungkan pesan dan penyelesaian transaksi ke dalam satu layer saja, sehingga bank dapat mengeksekusi pembayaran lebih cepat, memiliki visibilitas likuiditas yang lebih baik, dan mengurangi upaya rekonsiliasi secara drastis.

Pada fase desain, lebih dari 30 institusi keuangan global berpartisipasi, termasuk JPMorgan, HSBC, BNP Paribas, Deutsche Bank, dan Bank of America.

Masukan dari mereka berperan dalam membentuk fitur ledger, model tata kelola, serta roadmap pengembangan ke depannya.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya

MVP ini dijadwalkan bakal aktif untuk transaksi nyata tahun ini. SWIFT menempatkan ledger ini bukan untuk menggantikan infrastruktur pesan yang sudah ada, namun sebagai jalur paralel agar institusi keuangan bisa memanfaatkan settlement berbasis blockchain tanpa harus mendesain ulang alur kerja internal atau proses kepatuhannya.

Bagi pasar pembayaran lintas negara tahunan senilai US$183 triliun, dampaknya sangat besar.
Poin Penting dari Pernyataan Powell di Harvard Memperumit Prospek The FedBitcoin bergerak hati-hati pada hari Senin saat Ketua The Fed, Jerome Powell, tampil secara langka tanpa naskah di Harvard. Dalam pidatonya, Powell menyampaikan campuran peringatan, ketidakjelasan, dan kekhawatiran jangka panjang, sehingga pasar masih mencari arah yang pasti. Harga Bitcoin Berfluktuasi setelah Powell Berbicara di Harvard, Membuat Misteri Ekonomi dan The Fed Semakin Dalam Raja aset kripto ini diperdagangkan di harga US$67.415 pada waktu publikasi, dengan pergerakan harian yang naik turun namun perlahan menguat. Performa Harga Bitcoin | Sumber: TradingView Pergerakan harga ini mencerminkan keraguan investor secara umum karena komentar Powell tidak memberi arahan jelas terkait langkah kebijakan The Fed berikutnya. Powell mengakui The Fed menghadapi ketidakpastian yang sangat tinggi, dimana para pembuat kebijakan “tidak tahu” sepenuhnya dampak tekanan global dan domestik sekarang terhadap ekonomi. Ia menekankan bahwa instrumen moneter “tidak berpengaruh berarti pada supply shock.” Pernyataan ini muncul ketika ketegangan geopolitik terkait Iran dan perubahan kebijakan ekonomi AS masih membayangi prospek ke depan. Terkait inflasi, Powell menjelaskan bahwa tarif baru bisa menyebabkan kenaikan satu kali inflasi sekitar 0,5% hingga 1%, sambil tetap yakin bahwa ekspektasi inflasi masih “terjaga.” Tapi, The Fed masih kesulitan mengembalikan inflasi ke target 2%, sebuah target yang sudah lama tidak tercapai. Powell Soroti Risiko Fiskal dan Kelemahan Tenaga Kerja saat Bitcoin Tetap Stabil di Fase Ketidakpastian Ekonomi Makro Kekhawatiran di pasar tenaga kerja juga muncul. Powell menyoroti lemahnya penciptaan lapangan kerja dan menyebutkan perubahan kebijakan imigrasi sebagai faktor yang mengurangi suplai serta permintaan tenaga kerja. Pernyataannya semakin menegaskan lemahnya fondasi di balik pasar kerja yang sebelumnya cukup kuat. Bagi pasar aset kripto, hal paling penting kali ini bukanlah sinyal kebijakan jangka pendek, melainkan peringatan baru dari Powell tentang kesehatan fiskal AS. Ia menegaskan lagi bahwa utang nasional bertambah “jauh lebih cepat” daripada pertumbuhan ekonomi, dan menyebut jalur ini “tidak berkelanjutan.” Berdasarkan hal itu, Powell mengingatkan bahwa penundaan penanganan masalah tersebut “tidak akan berakhir baik.” Narasi ini terus memberikan pengaruh kuat di pasar Bitcoin, sebab aset ini kerap dipandang sebagai lindung nilai terhadap penurunan nilai fiat jangka panjang dan ketidakstabilan fiskal. Meski Powell tidak mengisyaratkan adanya krisis dalam waktu dekat, caranya menyampaikan membuat perhatian pasar kembali ke kekhawatiran struktural yang selama ini menopang prospek bullish jangka panjang Bitcoin. Walau demikian, reaksi pasar jangka pendek tetap datar. Para trader nampaknya lebih fokus pada waktu perubahan suku bunga. Perkiraan saat ini menunjukkan peluang kecil adanya pemotongan suku bunga tahun ini. Fed Fund Futures | Sumber: CME FedWatch Tool Powell mengonfirmasi bahwa The Fed “belum membahas langkah ke depan”, sehingga ekspektasi perubahan kebijakan dalam waktu dekat pun menurun. Kombinasi sinyal ekonomi yang tidak jelas, tantangan inflasi yang terus berlangsung, serta peringatan fiskal membuat pasar keuangan tradisional maupun kripto berada dalam posisi menunggu. Pergerakan Bitcoin yang stabil namun cenderung tertahan menunjukkan indeksi pasar secara umum.

Poin Penting dari Pernyataan Powell di Harvard Memperumit Prospek The Fed

Bitcoin bergerak hati-hati pada hari Senin saat Ketua The Fed, Jerome Powell, tampil secara langka tanpa naskah di Harvard.

Dalam pidatonya, Powell menyampaikan campuran peringatan, ketidakjelasan, dan kekhawatiran jangka panjang, sehingga pasar masih mencari arah yang pasti.

Harga Bitcoin Berfluktuasi setelah Powell Berbicara di Harvard, Membuat Misteri Ekonomi dan The Fed Semakin Dalam

Raja aset kripto ini diperdagangkan di harga US$67.415 pada waktu publikasi, dengan pergerakan harian yang naik turun namun perlahan menguat.

Performa Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Pergerakan harga ini mencerminkan keraguan investor secara umum karena komentar Powell tidak memberi arahan jelas terkait langkah kebijakan The Fed berikutnya.

Powell mengakui The Fed menghadapi ketidakpastian yang sangat tinggi, dimana para pembuat kebijakan “tidak tahu” sepenuhnya dampak tekanan global dan domestik sekarang terhadap ekonomi.

Ia menekankan bahwa instrumen moneter “tidak berpengaruh berarti pada supply shock.” Pernyataan ini muncul ketika ketegangan geopolitik terkait Iran dan perubahan kebijakan ekonomi AS masih membayangi prospek ke depan.

Terkait inflasi, Powell menjelaskan bahwa tarif baru bisa menyebabkan kenaikan satu kali inflasi sekitar 0,5% hingga 1%, sambil tetap yakin bahwa ekspektasi inflasi masih “terjaga.”

Tapi, The Fed masih kesulitan mengembalikan inflasi ke target 2%, sebuah target yang sudah lama tidak tercapai.

Powell Soroti Risiko Fiskal dan Kelemahan Tenaga Kerja saat Bitcoin Tetap Stabil di Fase Ketidakpastian Ekonomi Makro

Kekhawatiran di pasar tenaga kerja juga muncul. Powell menyoroti lemahnya penciptaan lapangan kerja dan menyebutkan perubahan kebijakan imigrasi sebagai faktor yang mengurangi suplai serta permintaan tenaga kerja.

Pernyataannya semakin menegaskan lemahnya fondasi di balik pasar kerja yang sebelumnya cukup kuat.

Bagi pasar aset kripto, hal paling penting kali ini bukanlah sinyal kebijakan jangka pendek, melainkan peringatan baru dari Powell tentang kesehatan fiskal AS.

Ia menegaskan lagi bahwa utang nasional bertambah “jauh lebih cepat” daripada pertumbuhan ekonomi, dan menyebut jalur ini “tidak berkelanjutan.” Berdasarkan hal itu, Powell mengingatkan bahwa penundaan penanganan masalah tersebut “tidak akan berakhir baik.”

Narasi ini terus memberikan pengaruh kuat di pasar Bitcoin, sebab aset ini kerap dipandang sebagai lindung nilai terhadap penurunan nilai fiat jangka panjang dan ketidakstabilan fiskal.

Meski Powell tidak mengisyaratkan adanya krisis dalam waktu dekat, caranya menyampaikan membuat perhatian pasar kembali ke kekhawatiran struktural yang selama ini menopang prospek bullish jangka panjang Bitcoin.

Walau demikian, reaksi pasar jangka pendek tetap datar. Para trader nampaknya lebih fokus pada waktu perubahan suku bunga. Perkiraan saat ini menunjukkan peluang kecil adanya pemotongan suku bunga tahun ini.

Fed Fund Futures | Sumber: CME FedWatch Tool

Powell mengonfirmasi bahwa The Fed “belum membahas langkah ke depan”, sehingga ekspektasi perubahan kebijakan dalam waktu dekat pun menurun.

Kombinasi sinyal ekonomi yang tidak jelas, tantangan inflasi yang terus berlangsung, serta peringatan fiskal membuat pasar keuangan tradisional maupun kripto berada dalam posisi menunggu.

Pergerakan Bitcoin yang stabil namun cenderung tertahan menunjukkan indeksi pasar secara umum.
Mesin Bitcoin MicroStrategy Tiba-Tiba Berhenti dan Mulai Mengatakan Hal LainMicroStrategy menghentikan aksi borong Bitcoin secara agresif, mengakhiri rentetan pembelian selama 13 pekan yang turut memperkuat statusnya sebagai holder korporat terbesar aset ini di dunia. Namun, alih-alih menjadi sinyal kelemahan atau ketidakpastian, penghentian ini nampaknya mencerminkan perubahan terencana dalam strategi pendanaan untuk ambisi jangka panjang perusahaan terhadap Bitcoin. Keheningan sebelum Pembelian Berikutnya? Mesin Bitcoin Strategy Mendadak Berhenti Pada update terbaru, Strategy menegaskan bahwa mereka tidak membeli Bitcoin sama sekali dalam sepekan terakhir, sehingga total kepemilikan mereka tetap 762.099 BTC. Aset tersebut, yang mereka dapatkan di harga rata-rata US$75,699, sekarang bernilai sekitar US$51,57 miliar menurut harga pasar saat ini. Namun, nilai perusahaan mereka mencapai US$59 miliar. Hal ini menempatkan perusahaan pada posisi rugi belum terealisasi. Kepemilikan Bitcoin Strategy | Sumber: Bitcoin Treasuries Meski begitu, Strategy tetap konsisten menekankan cadangan Bitcoin-nya sebagai strategi treasury jangka panjang, bukan untuk perdagangan jangka pendek. Perkembangan terpenting justru terjadi di balik layar. Penghentian pembelian ini bertepatan dengan perubahan besar dalam cara Strategy menggalang modal, di mana mereka kini lebih mengutamakan struktur daripada kecepatan. Beberapa hari sebelum berhenti membeli, perusahaan ini mengumumkan program penggalangan dana besar senilai US$42 miliar secara at-the-market (ATM), dibagi rata antara saham biasa dan penawaran saham preferen mereka yang disebut STRC. Tidak seperti sebelumnya yang didorong penerbitan saham ekuitas, kali ini Strategy lebih mengedepankan instrumen yang mereka sebut sebagai “digital credit”, yaitu aset hasil imbal yang lebih stabil dan cocok untuk kelas investor berbeda. Pergeseran ini makin ditegaskan dalam pesan para pimpinan. Executive Chair Michael Saylor baru-baru ini lebih banyak menyoroti stabilitas dan profil hasil dari STRC dalam komentarnya ke publik. Apakah Pendanaan Sudah Mengering? Di sisi lain, CEO Phong Le menawarkan kerangka yang lebih luas, yaitu Bitcoin sebagai “digital capital”, STRC sebagai “digital credit”, serta saham Strategy sebagai “digital equity”. Waktu pelaksanaan program ini juga patut dicermati. Dividen STRC berikutnya dijadwalkan cair pada 31 Maret. Kinerja STRC saat pembagian dividen nanti bisa menentukan seberapa banyak modal segar yang dapat Strategy himpun dalam waktu dekat. Tanpa dana baru, baik dari penerbitan saham ekuitas maupun preferen, perusahaan saat ini praktis tidak punya modal untuk menambah Bitcoin, sehingga inilah alasan utama penghentian sementara tersebut. Penting untuk diingat, ini bukan kali pertama Strategy memperlambat aksinya membeli Bitcoin. Sebelumnya, mereka juga melakukan jeda di saat ingin membangun modal atau ketika terjadi penyesuaian pasar. Namun, inilah pertama kalinya perusahaan secara sengaja berhenti sejenak tepat setelah meluncurkan program penggalangan dana besar-besaran. Sekarang, Strategy bukan hanya menjadi akumulator Bitcoin paling agresif, tapi juga menempatkan diri sebagai sistem keuangan berbasis Bitcoin secara penuh, dengan menyeimbangkan pertumbuhan, hasil, dan efisiensi modal. Pertanyaan terpenting kini adalah bukan lagi soal apakah Strategy akan melanjutkan pembelian Bitcoin, melainkan seberapa cepat mesin modal barunya itu mampu menghasilkan dana segar agar bisa kembali belanja Bitcoin.

Mesin Bitcoin MicroStrategy Tiba-Tiba Berhenti dan Mulai Mengatakan Hal Lain

MicroStrategy menghentikan aksi borong Bitcoin secara agresif, mengakhiri rentetan pembelian selama 13 pekan yang turut memperkuat statusnya sebagai holder korporat terbesar aset ini di dunia.

Namun, alih-alih menjadi sinyal kelemahan atau ketidakpastian, penghentian ini nampaknya mencerminkan perubahan terencana dalam strategi pendanaan untuk ambisi jangka panjang perusahaan terhadap Bitcoin.

Keheningan sebelum Pembelian Berikutnya? Mesin Bitcoin Strategy Mendadak Berhenti

Pada update terbaru, Strategy menegaskan bahwa mereka tidak membeli Bitcoin sama sekali dalam sepekan terakhir, sehingga total kepemilikan mereka tetap 762.099 BTC.

Aset tersebut, yang mereka dapatkan di harga rata-rata US$75,699, sekarang bernilai sekitar US$51,57 miliar menurut harga pasar saat ini. Namun, nilai perusahaan mereka mencapai US$59 miliar. Hal ini menempatkan perusahaan pada posisi rugi belum terealisasi.

Kepemilikan Bitcoin Strategy | Sumber: Bitcoin Treasuries

Meski begitu, Strategy tetap konsisten menekankan cadangan Bitcoin-nya sebagai strategi treasury jangka panjang, bukan untuk perdagangan jangka pendek.

Perkembangan terpenting justru terjadi di balik layar. Penghentian pembelian ini bertepatan dengan perubahan besar dalam cara Strategy menggalang modal, di mana mereka kini lebih mengutamakan struktur daripada kecepatan.

Beberapa hari sebelum berhenti membeli, perusahaan ini mengumumkan program penggalangan dana besar senilai US$42 miliar secara at-the-market (ATM), dibagi rata antara saham biasa dan penawaran saham preferen mereka yang disebut STRC.

Tidak seperti sebelumnya yang didorong penerbitan saham ekuitas, kali ini Strategy lebih mengedepankan instrumen yang mereka sebut sebagai “digital credit”, yaitu aset hasil imbal yang lebih stabil dan cocok untuk kelas investor berbeda.

Pergeseran ini makin ditegaskan dalam pesan para pimpinan. Executive Chair Michael Saylor baru-baru ini lebih banyak menyoroti stabilitas dan profil hasil dari STRC dalam komentarnya ke publik.

Apakah Pendanaan Sudah Mengering?

Di sisi lain, CEO Phong Le menawarkan kerangka yang lebih luas, yaitu Bitcoin sebagai “digital capital”, STRC sebagai “digital credit”, serta saham Strategy sebagai “digital equity”.

Waktu pelaksanaan program ini juga patut dicermati. Dividen STRC berikutnya dijadwalkan cair pada 31 Maret. Kinerja STRC saat pembagian dividen nanti bisa menentukan seberapa banyak modal segar yang dapat Strategy himpun dalam waktu dekat.

Tanpa dana baru, baik dari penerbitan saham ekuitas maupun preferen, perusahaan saat ini praktis tidak punya modal untuk menambah Bitcoin, sehingga inilah alasan utama penghentian sementara tersebut.

Penting untuk diingat, ini bukan kali pertama Strategy memperlambat aksinya membeli Bitcoin. Sebelumnya, mereka juga melakukan jeda di saat ingin membangun modal atau ketika terjadi penyesuaian pasar.

Namun, inilah pertama kalinya perusahaan secara sengaja berhenti sejenak tepat setelah meluncurkan program penggalangan dana besar-besaran.

Sekarang, Strategy bukan hanya menjadi akumulator Bitcoin paling agresif, tapi juga menempatkan diri sebagai sistem keuangan berbasis Bitcoin secara penuh, dengan menyeimbangkan pertumbuhan, hasil, dan efisiensi modal.

Pertanyaan terpenting kini adalah bukan lagi soal apakah Strategy akan melanjutkan pembelian Bitcoin, melainkan seberapa cepat mesin modal barunya itu mampu menghasilkan dana segar agar bisa kembali belanja Bitcoin.
Saylor Kembali Tunjukkan Laser Eyes saat Crypto Whale Tambah Kepemilikan BitcoinPada 28 Maret, Michael Saylor, Executive Chairman MicroStrategy, memperbarui profil X miliknya dengan gambar mata laser dan pesan sederhana: “Saatnya pasang lagi laser eyes. $BTC.” Unggahan tersebut melampaui satu juta tampilan hanya dalam beberapa jam, sehingga kembali menyalakan sentimen bullish di komunitas aset kripto di media sosial. Tapi, setiap kali Saylor memakai simbol ini, itu selalu punya makna penting. Michael Saylor dan Simbol yang Bermakna Simbol laser eyes punya makna besar dalam budaya Bitcoin. Tren ini bermula pada 2021, waktu para pendukung Bitcoin—termasuk Saylor, Anthony Pompliano, dan puluhan tokoh publik—menambahkan mata merah menyala pada foto profil mereka sebagai tanda bahwa Bitcoin akan menembus US$100.000. Saylor sejak itu memakai simbol tersebut secara selektif, hanya pada momen dengan keyakinan kuat. MicroStrategy Gandakan Investasi meski Rugi Belum Direalisasi Waktu yang dipilih sangatlah disengaja. MicroStrategy saat ini memegang 761.068 BTC, sekitar 3,6% dari seluruh suplai Bitcoin yang tetap, dengan rata-rata harga beli sekitar US$75.696 per koin. Meskipun perusahaan itu sedang menanggung kerugian belum direalisasikan yang cukup besar di level harga pasar saat ini, mata laser Saylor menandakan bahwa ia melihat situasi ini sebagai peluang, bukan ancaman. Strategi MicroStrategy secara publik telah menetapkan target untuk mengumpulkan 1 juta BTC pada akhir 2026. Cardone Follows: 100 Bitcoin Pekan Ini Miliarder properti Grant Cardone pun bergerak cepat. Sehari setelah Saylor mengunggah postingannya, Cardone bertanya pada 1,5 juta pengikut X-nya, “Apakah kamu masih percaya?” sebelum ia mengumumkan akan menambah 100 Bitcoin ke portofolionya minggu ini. Aksi beruntun dari dua tokoh paling vokal di Bitcoin ini memberikan pesan jelas: para pemain besar nampaknya memanfaatkan penurunan harga sebagai peluang untuk akumulasi. Apakah mata laser ini menjadi pertanda dimulainya reli baru, atau sekadar menegaskan kembali tekad, keyakinan dari nama-nama besar di ranah Bitcoin nampak tetap kokoh.

Saylor Kembali Tunjukkan Laser Eyes saat Crypto Whale Tambah Kepemilikan Bitcoin

Pada 28 Maret, Michael Saylor, Executive Chairman MicroStrategy, memperbarui profil X miliknya dengan gambar mata laser dan pesan sederhana: “Saatnya pasang lagi laser eyes. $BTC.”

Unggahan tersebut melampaui satu juta tampilan hanya dalam beberapa jam, sehingga kembali menyalakan sentimen bullish di komunitas aset kripto di media sosial. Tapi, setiap kali Saylor memakai simbol ini, itu selalu punya makna penting.

Michael Saylor dan Simbol yang Bermakna

Simbol laser eyes punya makna besar dalam budaya Bitcoin. Tren ini bermula pada 2021, waktu para pendukung Bitcoin—termasuk Saylor, Anthony Pompliano, dan puluhan tokoh publik—menambahkan mata merah menyala pada foto profil mereka sebagai tanda bahwa Bitcoin akan menembus US$100.000.

Saylor sejak itu memakai simbol tersebut secara selektif, hanya pada momen dengan keyakinan kuat.

MicroStrategy Gandakan Investasi meski Rugi Belum Direalisasi

Waktu yang dipilih sangatlah disengaja. MicroStrategy saat ini memegang 761.068 BTC, sekitar 3,6% dari seluruh suplai Bitcoin yang tetap, dengan rata-rata harga beli sekitar US$75.696 per koin.

Meskipun perusahaan itu sedang menanggung kerugian belum direalisasikan yang cukup besar di level harga pasar saat ini, mata laser Saylor menandakan bahwa ia melihat situasi ini sebagai peluang, bukan ancaman.

Strategi MicroStrategy secara publik telah menetapkan target untuk mengumpulkan 1 juta BTC pada akhir 2026.

Cardone Follows: 100 Bitcoin Pekan Ini

Miliarder properti Grant Cardone pun bergerak cepat. Sehari setelah Saylor mengunggah postingannya, Cardone bertanya pada 1,5 juta pengikut X-nya, “Apakah kamu masih percaya?” sebelum ia mengumumkan akan menambah 100 Bitcoin ke portofolionya minggu ini.

Aksi beruntun dari dua tokoh paling vokal di Bitcoin ini memberikan pesan jelas: para pemain besar nampaknya memanfaatkan penurunan harga sebagai peluang untuk akumulasi.

Apakah mata laser ini menjadi pertanda dimulainya reli baru, atau sekadar menegaskan kembali tekad, keyakinan dari nama-nama besar di ranah Bitcoin nampak tetap kokoh.
Negara Mana yang Paling Terdampak jika Terjadi Pemadaman Energi Global? Studi Ini Punya JawabannyaPerang AS-Israel terhadap Iran telah mengguncang pasar energi, sehingga banyak negara mengambil langkah penghematan bahan bakar. Di tengah situasi ini, sebuah studi pada Maret 2026 oleh Energy World Mag menganalisis 75 negara berdasarkan tujuh faktor untuk mengetahui negara mana yang paling rentan saat terjadi gangguan energi global. Studi ini memberi skor setiap negara dari 0 hingga 100, di mana skor yang lebih tinggi menandakan risiko lebih besar jika pasokan energi terganggu. Faktor yang dinilai termasuk ketergantungan pada bahan bakar fosil, swasembada energi, ketergantungan pada impor bahan bakar, dan lainnya. Singapura Pimpin Peringkat Kerentanan Energi Singapura menempati urutan pertama. Negara-kota tersebut memperoleh skor kerentanan tertinggi sebesar 85,2. Hampir 98% energi di Singapura berasal dari bahan bakar fosil. Selain itu, Singapura mengimpor 100% gas alam yang dibutuhkan. Impor energi Singapura melebihi produksi dalam negerinya sebesar 243%. Turkmenistan berada di posisi kedua dengan skor 80,7. Negara ini memperoleh 100% tenaga listriknya dari bahan bakar fosil, tanpa kapasitas energi alternatif. Rata-rata pendapatan sekitar US$9.000 juga membatasi kemampuan penduduknya untuk menghadapi lonjakan harga. Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung 10 Negara Paling Rentan terhadap Krisis Energi di Masa Depan | Sumber: Energy World Mag Hong Kong menyusul di posisi ketiga dengan skor 80,2. Kota ini mengimpor energi 176% lebih banyak dibandingkan dengan produksinya sendiri dan sepenuhnya bergantung pada sumber luar negeri untuk gas alam. Maroko (74,6) dan Belarusia (74,2) melengkapi lima besar. Keduanya mengimpor sebagian besar energinya. Pada saat bersamaan, rata-rata pendapatan yang rendah (US$4.000 untuk Maroko dan US$8.000 untuk Belarusia) juga membatasi daya tahan masyarakat menghadapi guncangan harga. Seorang analis pasar energi dari World Energy Mag mengingatkan bahwa bahkan negara kaya seperti Jerman dan Italia harus melakukan penghematan energi saat krisis 2022. Negara-negara kecil yang sangat bergantung pada impor seperti Singapura dan Hong Kong memiliki kapasitas yang lebih sedikit untuk bertahan terhadap gangguan pasokan. “Jerman dan Italia tetap harus melakukan penghematan energi meski menjadi salah satu ekonomi terbesar dunia. Perbedaannya adalah, negara seperti Singapura atau Hong Kong memiliki ruang gerak yang jauh lebih terbatas karena hampir tidak punya produksi energi domestik. Saat pasokan terganggu, mereka tidak bisa begitu saja beralih ke batu bara lokal atau meningkatkan produksi gas mereka sendiri,” papar analis tersebut. Meski begitu, Menteri Tenaga Kerja Singapura, Tan See Leng, menjelaskan bahwa sekitar setengah pasokan gas di Singapura datang melalui pipa gas alam, sehingga tidak terdampak konflik di Timur Tengah. Pemerintah juga menjaga stok cadangan bahan bakar. Namun, dengan harga minyak Brent yang sudah melebihi US$116 per barel dan gangguan pasokan yang diperkirakan berlanjut, kekhawatiran pun meningkat. Apakah cadangan darurat saat ini cukup mampu menahan gangguan berkepanjangan masih menjadi pertanyaan bagi pengambil kebijakan dan pelaku pasar. Langganan kanal YouTube kami untuk menyaksikan wawancara para pemimpin dan jurnalis yang menghadirkan analisis mendalam

Negara Mana yang Paling Terdampak jika Terjadi Pemadaman Energi Global? Studi Ini Punya Jawabannya

Perang AS-Israel terhadap Iran telah mengguncang pasar energi, sehingga banyak negara mengambil langkah penghematan bahan bakar.

Di tengah situasi ini, sebuah studi pada Maret 2026 oleh Energy World Mag menganalisis 75 negara berdasarkan tujuh faktor untuk mengetahui negara mana yang paling rentan saat terjadi gangguan energi global.

Studi ini memberi skor setiap negara dari 0 hingga 100, di mana skor yang lebih tinggi menandakan risiko lebih besar jika pasokan energi terganggu. Faktor yang dinilai termasuk ketergantungan pada bahan bakar fosil, swasembada energi, ketergantungan pada impor bahan bakar, dan lainnya.

Singapura Pimpin Peringkat Kerentanan Energi

Singapura menempati urutan pertama. Negara-kota tersebut memperoleh skor kerentanan tertinggi sebesar 85,2. Hampir 98% energi di Singapura berasal dari bahan bakar fosil.

Selain itu, Singapura mengimpor 100% gas alam yang dibutuhkan. Impor energi Singapura melebihi produksi dalam negerinya sebesar 243%.

Turkmenistan berada di posisi kedua dengan skor 80,7. Negara ini memperoleh 100% tenaga listriknya dari bahan bakar fosil, tanpa kapasitas energi alternatif. Rata-rata pendapatan sekitar US$9.000 juga membatasi kemampuan penduduknya untuk menghadapi lonjakan harga.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

10 Negara Paling Rentan terhadap Krisis Energi di Masa Depan | Sumber: Energy World Mag

Hong Kong menyusul di posisi ketiga dengan skor 80,2. Kota ini mengimpor energi 176% lebih banyak dibandingkan dengan produksinya sendiri dan sepenuhnya bergantung pada sumber luar negeri untuk gas alam.

Maroko (74,6) dan Belarusia (74,2) melengkapi lima besar. Keduanya mengimpor sebagian besar energinya. Pada saat bersamaan, rata-rata pendapatan yang rendah (US$4.000 untuk Maroko dan US$8.000 untuk Belarusia) juga membatasi daya tahan masyarakat menghadapi guncangan harga.

Seorang analis pasar energi dari World Energy Mag mengingatkan bahwa bahkan negara kaya seperti Jerman dan Italia harus melakukan penghematan energi saat krisis 2022. Negara-negara kecil yang sangat bergantung pada impor seperti Singapura dan Hong Kong memiliki kapasitas yang lebih sedikit untuk bertahan terhadap gangguan pasokan.

“Jerman dan Italia tetap harus melakukan penghematan energi meski menjadi salah satu ekonomi terbesar dunia. Perbedaannya adalah, negara seperti Singapura atau Hong Kong memiliki ruang gerak yang jauh lebih terbatas karena hampir tidak punya produksi energi domestik. Saat pasokan terganggu, mereka tidak bisa begitu saja beralih ke batu bara lokal atau meningkatkan produksi gas mereka sendiri,” papar analis tersebut.

Meski begitu, Menteri Tenaga Kerja Singapura, Tan See Leng, menjelaskan bahwa sekitar setengah pasokan gas di Singapura datang melalui pipa gas alam, sehingga tidak terdampak konflik di Timur Tengah. Pemerintah juga menjaga stok cadangan bahan bakar.

Namun, dengan harga minyak Brent yang sudah melebihi US$116 per barel dan gangguan pasokan yang diperkirakan berlanjut, kekhawatiran pun meningkat. Apakah cadangan darurat saat ini cukup mampu menahan gangguan berkepanjangan masih menjadi pertanyaan bagi pengambil kebijakan dan pelaku pasar.

Langganan kanal YouTube kami untuk menyaksikan wawancara para pemimpin dan jurnalis yang menghadirkan analisis mendalam
Geopolitik dan The Fed Tarik US$414 Juta dari Dana Kripto dalam Satu PekanProduk investasi aset kripto mengalami arus keluar mingguan pertama dalam lebih dari sebulan, karena gabungan ketegangan geopolitik dan perubahan ekspektasi kebijakan moneter mengguncang kepercayaan investor. Berdasarkan data terbaru, dana kripto mencatat arus keluar bersih sebesar US$414 juta, menandai pembalikan tajam setelah lima minggu berturut-turut mendapatkan arus masuk. Dana Kripto Kehilangan US$414 Juta pada Pekan Lalu Koreksi ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan terkait konflik Iran serta perubahan besar ekspektasi terhadap The Fed, karena pasar beralih dari menanti pemotongan suku bunga ke memperkirakan kenaikan suku bunga. Amerika Serikat menyumbang sebagian besar arus keluar, dengan dana aset digital kehilangan US$445 juta, menyoroti sikap investor Amerika yang sangat menghindari risiko. Di sisi lain, pasar Eropa menunjukkan aksi beli oleh investor oportunis. Investor di Jerman dan Kanada menambah masing-masing US$21,2 juta dan US$15,9 juta, menunjukkan keyakinan pada valuasi jangka panjang walaupun volatilitas jangka pendek masih terjadi. Di antara aset individu, Ethereum terkena dampak paling besar, mencatat arus keluar US$222 juta. Pergerakan ini membuat arus tahunannya menjadi negatif, mencerminkan tekanan berkelanjutan yang menurut analis sebagian disebabkan oleh ketidakpastian regulasi terkait Clarity Act. Bitcoin juga menghadapi tekanan, mencatat arus keluar US$194 juta selama seminggu. Tapi, aset ini tetap menunjukkan ketahanan, dengan arus masuk bersih sepanjang tahun ini masih kuat di US$964 juta. Arus Dana Crypto Minggu Lalu | Sumber: CoinShares Hal ini menunjukkan bahwa meski sentimen jangka pendek melemah, keyakinan institusional terhadap Bitcoin tetap kuat. Di sisi lain, XRP muncul sebagai salah satu top gainer yang langka, menarik arus masuk sebesar US$15,8 juta. Kinerjanya membuat aset ini dianggap lebih aman di ruang aset kripto saat terjadi tekanan di pasar secara umum. Data terbaru tentang arus dana ini menunjukkan betapa cepatnya sentimen di pasar kripto dapat berubah ketika risiko ekonomi makro dan geopolitik bertemu, sehingga membuat investor perlu kembali mengevaluasi eksposur mereka di lingkungan yang semakin tidak pasti.

Geopolitik dan The Fed Tarik US$414 Juta dari Dana Kripto dalam Satu Pekan

Produk investasi aset kripto mengalami arus keluar mingguan pertama dalam lebih dari sebulan, karena gabungan ketegangan geopolitik dan perubahan ekspektasi kebijakan moneter mengguncang kepercayaan investor.

Berdasarkan data terbaru, dana kripto mencatat arus keluar bersih sebesar US$414 juta, menandai pembalikan tajam setelah lima minggu berturut-turut mendapatkan arus masuk.

Dana Kripto Kehilangan US$414 Juta pada Pekan Lalu

Koreksi ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan terkait konflik Iran serta perubahan besar ekspektasi terhadap The Fed, karena pasar beralih dari menanti pemotongan suku bunga ke memperkirakan kenaikan suku bunga.

Amerika Serikat menyumbang sebagian besar arus keluar, dengan dana aset digital kehilangan US$445 juta, menyoroti sikap investor Amerika yang sangat menghindari risiko.

Di sisi lain, pasar Eropa menunjukkan aksi beli oleh investor oportunis. Investor di Jerman dan Kanada menambah masing-masing US$21,2 juta dan US$15,9 juta, menunjukkan keyakinan pada valuasi jangka panjang walaupun volatilitas jangka pendek masih terjadi.

Di antara aset individu, Ethereum terkena dampak paling besar, mencatat arus keluar US$222 juta. Pergerakan ini membuat arus tahunannya menjadi negatif, mencerminkan tekanan berkelanjutan yang menurut analis sebagian disebabkan oleh ketidakpastian regulasi terkait Clarity Act.

Bitcoin juga menghadapi tekanan, mencatat arus keluar US$194 juta selama seminggu. Tapi, aset ini tetap menunjukkan ketahanan, dengan arus masuk bersih sepanjang tahun ini masih kuat di US$964 juta.

Arus Dana Crypto Minggu Lalu | Sumber: CoinShares

Hal ini menunjukkan bahwa meski sentimen jangka pendek melemah, keyakinan institusional terhadap Bitcoin tetap kuat.

Di sisi lain, XRP muncul sebagai salah satu top gainer yang langka, menarik arus masuk sebesar US$15,8 juta. Kinerjanya membuat aset ini dianggap lebih aman di ruang aset kripto saat terjadi tekanan di pasar secara umum.

Data terbaru tentang arus dana ini menunjukkan betapa cepatnya sentimen di pasar kripto dapat berubah ketika risiko ekonomi makro dan geopolitik bertemu, sehingga membuat investor perlu kembali mengevaluasi eksposur mereka di lingkungan yang semakin tidak pasti.
Prediksi Harga Ethereum: Apa yang Diharapkan dari ETH di April 2026Harga Ethereum (ETH) saat ini diperdagangkan di atas US$2.000 ketika Maret bersiap untuk ditutup dengan candle bulanan hijau pertamanya sejak Agustus 2025, yang berpotensi mengakhiri tren penurunan enam bulan berturut-turut. Meskipun begitu, bagaimana penutupan bulan Maret dapat menentukan arah untuk April bahkan sisa tahun 2026. Secara historis, April merupakan bulan yang solid untuk ETH dengan rata-rata kenaikan 18% dan median sekitar 9%. Tapi, grafik 3-hari, keyakinan on-chain, dan perilaku whale semuanya menunjukkan jalur menuju April membawa lebih banyak risiko daripada yang diduga hanya dari pola musiman. Reli Merah Enam Bulan Mungkin Berakhir, tapi Chart 3 Hari Beri Peringatan Harga Ethereum belum mencatat penutupan bulanan positif sejak Agustus 2025. Maret sedang berada di jalur untuk mematahkan catatan ini, meski kenaikannya masih tergolong ringan. Secara historis, April termasuk bulan terkuat untuk ETH, dengan rata-rata return 18% dan return median di atas 9%. Ingin wawasan token lainnya seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Kripto dari Editor Harsh Notariya di sini. Return Bulanan ETH: CryptoRank Namun, grafik 3-hari memunculkan kekhawatiran struktural. Sejak menyentuh titik terendah sekitar US$1.730 pada 6 Februari, ETH naik di dalam channel ascending. Channel tersebut terbentuk setelah penurunan hampir 50% dari puncak US$3.410 pada 13 Januari. Channel ascending yang muncul setelah koreksi tajam sering kali menjadi pola penerusan, yang akhirnya bergerak lebih rendah kecuali garis tren atas berhasil ditembus dengan meyakinkan. Relative Strength Index (RSI), yang merupakan indikator momentum, membentuk hidden bearish divergence pada time frame 3-hari. Antara 9 Desember hingga 23 Maret, harga membentuk high yang lebih rendah sementara RSI membentuk high yang lebih tinggi. Hidden bearish divergence mengisyaratkan tren turun dominan ETH kemungkinan akan berlanjut meski ada pemulihan yang tampak. Hal ini semakin mendukung teori channel ascending yang sudah tergambar di chart. Divergensi serupa juga muncul antara 9 Desember hingga 14 Maret. Setelah sinyal itu terkonfirmasi, ETH terkoreksi tajam. Divergensi saat ini sudah terkonfirmasi pada 23 Maret, dan harga sudah mundur dari area US$2.200 menuju US$2.000. Garis tren bawah dari channel ascending kini berfungsi sebagai support. Jika support ini jebol di grafik 3-hari, potensi penurunan akan berlanjut ke April dengan tekanan tambahan. Divergensi RSI 3-Hari: TradingView Setup teknis saja tidak mengonfirmasi apakah channel akan bertahan atau jebol. Data keyakinan on-chain akan memberi jawabannya. Keyakinan Holder Ambruk, dan Whale Baru Mulai Jualan Perubahan posisi bersih holder Ethereum, sebuah metrik dari Glassnode yang mengukur akumulasi rata-rata 30 hari oleh wallet yang menahan ETH lebih dari 155 hari, mencapai puncaknya di 543.169 ETH pada 21 Maret, level tertinggi sepanjang tahun ini. Menjelang akhir Maret, angka itu turun drastis menjadi hanya 121.902 ETH, atau turun hampir 78%. Penurunan itu penting karena pola serupa sudah pernah terjadi awal tahun ini. Antara pertengahan Januari hingga awal Februari, perubahan posisi bersih holder ETH terus melemah sebelum akhirnya menjadi negatif pada 3 Februari. Saat masa transisi itu, harga ETH turun dari US$3.383 menjadi US$1.824, koreksi sebesar sekitar 46%. Laju penurunan saat ini mirip dengan pelemahan sebelumnya itu. Sementara Maret masih ditutup hijau, keyakinan yang mendukung reli tersebut menguap di minggu terakhir. Jika akumulasi holder berubah menjadi negatif di awal April, pola Februari mengindikasikan potensi penurunan besar berikutnya. Perubahan Posisi Bersih Holder ETH: Glassnode Perilaku crypto whale Ethereum menambah nuansa. Dua kelompok wallet terbesar, yaitu wallet yang menahan antara 1 juta hingga 10 juta ETH dan wallet yang menahan 100.000 sampai 1 juta ETH, keduanya menambah porsi kepemilikan sejak 25 Maret. Grup terbesar naik dari 8,07% menjadi 8,22% dari suplai. Grup yang lebih kecil naik dari 13,19% menjadi 13,53%. Tetapi, kedua kelompok itu berubah arah menjelang hari-hari terakhir Maret. Para whale besar mulai mengurangi kepemilikan pada 27 Maret, diikuti kelompok lebih kecil pada 29 Maret. Penurunannya masih kecil, tetapi perubahan arah ini penting. Saat keyakinan holder melemah dan akumulasi whale ikut mandek, sisi permintaan di pasar menjadi tipis pada waktu yang buruk. Distribusi Suplai Whale ETH: Santiment Kombinasi keyakinan yang luntur dan arus whale yang mulai berbalik melemahkan pondasi menjelang April. Kini, grafik harga akan menentukan apakah sinyal-sinyal ini akan memicu penurunan lebih dalam. Harga Ethereum Butuh US$2.200 untuk Menghindari Penurunan 30% Untuk prediksi harga Ethereum menjelang April, grafik 3-hari memberikan level yang jelas. Agar ETH bisa kembali reli bullish, ETH perlu menutup 3-hari di atas US$2.200, sehingga zona resistance terdekat bisa ditembus. Konfirmasi lebih kuat berada di US$2.390, di mana penutupan pada level itu akan mendorong harga menembus garis tren atas dari channel naik, mengubah pola tersebut dari kelanjutan bearish menjadi pembalikan yang sebenarnya. Skenario breakout tersebut nampaknya sulit terjadi mengingat keyakinan holder yang melemah dan distribusi whale. Jalur yang lebih mungkin, berdasarkan adanya hidden bearish divergence, akumulasi holder yang anjlok, serta pembelian whale yang mulai mandek, mengarah turun. Di sisi bawah, US$2.000 (zona 1.999 pada grafik) adalah support psikologis dan teknikal terdekat. Penutupan 3-hari di bawah US$2.000 akan mengonfirmasi breakdown channel dan membuka jalan menuju zona US$1.750 hingga US$1.730, yang menjadi level terendah pada Februari. Analisis Harga Ethereum | Sumber: TradingView Jika April mengikuti pola seperti Februari, saat perubahan posisi bersih holder menjadi negatif dan harga turun hingga 46%, maka retracement Fibonacci 0,618 di dekat US$1.350 menjadi target yang realistis. Artinya, akan terjadi penurunan sekitar 30% dari level saat ini. Penutupan 3-hari di atas US$2.200 akan menjaga pergerakan ETH di April tetap positif dan sejalan dengan pola musiman yang kuat, sementara breakdown di bawah US$2.000 berisiko mengulang penurunan 46% di Februari dengan US$1.350 sebagai target berdasarkan pengukuran.

Prediksi Harga Ethereum: Apa yang Diharapkan dari ETH di April 2026

Harga Ethereum (ETH) saat ini diperdagangkan di atas US$2.000 ketika Maret bersiap untuk ditutup dengan candle bulanan hijau pertamanya sejak Agustus 2025, yang berpotensi mengakhiri tren penurunan enam bulan berturut-turut.

Meskipun begitu, bagaimana penutupan bulan Maret dapat menentukan arah untuk April bahkan sisa tahun 2026. Secara historis, April merupakan bulan yang solid untuk ETH dengan rata-rata kenaikan 18% dan median sekitar 9%. Tapi, grafik 3-hari, keyakinan on-chain, dan perilaku whale semuanya menunjukkan jalur menuju April membawa lebih banyak risiko daripada yang diduga hanya dari pola musiman.

Reli Merah Enam Bulan Mungkin Berakhir, tapi Chart 3 Hari Beri Peringatan

Harga Ethereum belum mencatat penutupan bulanan positif sejak Agustus 2025. Maret sedang berada di jalur untuk mematahkan catatan ini, meski kenaikannya masih tergolong ringan. Secara historis, April termasuk bulan terkuat untuk ETH, dengan rata-rata return 18% dan return median di atas 9%.

Ingin wawasan token lainnya seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Kripto dari Editor Harsh Notariya di sini.

Return Bulanan ETH: CryptoRank

Namun, grafik 3-hari memunculkan kekhawatiran struktural. Sejak menyentuh titik terendah sekitar US$1.730 pada 6 Februari, ETH naik di dalam channel ascending. Channel tersebut terbentuk setelah penurunan hampir 50% dari puncak US$3.410 pada 13 Januari. Channel ascending yang muncul setelah koreksi tajam sering kali menjadi pola penerusan, yang akhirnya bergerak lebih rendah kecuali garis tren atas berhasil ditembus dengan meyakinkan.

Relative Strength Index (RSI), yang merupakan indikator momentum, membentuk hidden bearish divergence pada time frame 3-hari. Antara 9 Desember hingga 23 Maret, harga membentuk high yang lebih rendah sementara RSI membentuk high yang lebih tinggi. Hidden bearish divergence mengisyaratkan tren turun dominan ETH kemungkinan akan berlanjut meski ada pemulihan yang tampak. Hal ini semakin mendukung teori channel ascending yang sudah tergambar di chart.

Divergensi serupa juga muncul antara 9 Desember hingga 14 Maret. Setelah sinyal itu terkonfirmasi, ETH terkoreksi tajam. Divergensi saat ini sudah terkonfirmasi pada 23 Maret, dan harga sudah mundur dari area US$2.200 menuju US$2.000. Garis tren bawah dari channel ascending kini berfungsi sebagai support. Jika support ini jebol di grafik 3-hari, potensi penurunan akan berlanjut ke April dengan tekanan tambahan.

Divergensi RSI 3-Hari: TradingView

Setup teknis saja tidak mengonfirmasi apakah channel akan bertahan atau jebol. Data keyakinan on-chain akan memberi jawabannya.

Keyakinan Holder Ambruk, dan Whale Baru Mulai Jualan

Perubahan posisi bersih holder Ethereum, sebuah metrik dari Glassnode yang mengukur akumulasi rata-rata 30 hari oleh wallet yang menahan ETH lebih dari 155 hari, mencapai puncaknya di 543.169 ETH pada 21 Maret, level tertinggi sepanjang tahun ini. Menjelang akhir Maret, angka itu turun drastis menjadi hanya 121.902 ETH, atau turun hampir 78%.

Penurunan itu penting karena pola serupa sudah pernah terjadi awal tahun ini. Antara pertengahan Januari hingga awal Februari, perubahan posisi bersih holder ETH terus melemah sebelum akhirnya menjadi negatif pada 3 Februari. Saat masa transisi itu, harga ETH turun dari US$3.383 menjadi US$1.824, koreksi sebesar sekitar 46%. Laju penurunan saat ini mirip dengan pelemahan sebelumnya itu.

Sementara Maret masih ditutup hijau, keyakinan yang mendukung reli tersebut menguap di minggu terakhir. Jika akumulasi holder berubah menjadi negatif di awal April, pola Februari mengindikasikan potensi penurunan besar berikutnya.

Perubahan Posisi Bersih Holder ETH: Glassnode

Perilaku crypto whale Ethereum menambah nuansa. Dua kelompok wallet terbesar, yaitu wallet yang menahan antara 1 juta hingga 10 juta ETH dan wallet yang menahan 100.000 sampai 1 juta ETH, keduanya menambah porsi kepemilikan sejak 25 Maret. Grup terbesar naik dari 8,07% menjadi 8,22% dari suplai. Grup yang lebih kecil naik dari 13,19% menjadi 13,53%.

Tetapi, kedua kelompok itu berubah arah menjelang hari-hari terakhir Maret. Para whale besar mulai mengurangi kepemilikan pada 27 Maret, diikuti kelompok lebih kecil pada 29 Maret. Penurunannya masih kecil, tetapi perubahan arah ini penting. Saat keyakinan holder melemah dan akumulasi whale ikut mandek, sisi permintaan di pasar menjadi tipis pada waktu yang buruk.

Distribusi Suplai Whale ETH: Santiment

Kombinasi keyakinan yang luntur dan arus whale yang mulai berbalik melemahkan pondasi menjelang April. Kini, grafik harga akan menentukan apakah sinyal-sinyal ini akan memicu penurunan lebih dalam.

Harga Ethereum Butuh US$2.200 untuk Menghindari Penurunan 30%

Untuk prediksi harga Ethereum menjelang April, grafik 3-hari memberikan level yang jelas. Agar ETH bisa kembali reli bullish, ETH perlu menutup 3-hari di atas US$2.200, sehingga zona resistance terdekat bisa ditembus. Konfirmasi lebih kuat berada di US$2.390, di mana penutupan pada level itu akan mendorong harga menembus garis tren atas dari channel naik, mengubah pola tersebut dari kelanjutan bearish menjadi pembalikan yang sebenarnya.

Skenario breakout tersebut nampaknya sulit terjadi mengingat keyakinan holder yang melemah dan distribusi whale. Jalur yang lebih mungkin, berdasarkan adanya hidden bearish divergence, akumulasi holder yang anjlok, serta pembelian whale yang mulai mandek, mengarah turun.

Di sisi bawah, US$2.000 (zona 1.999 pada grafik) adalah support psikologis dan teknikal terdekat. Penutupan 3-hari di bawah US$2.000 akan mengonfirmasi breakdown channel dan membuka jalan menuju zona US$1.750 hingga US$1.730, yang menjadi level terendah pada Februari.

Analisis Harga Ethereum | Sumber: TradingView

Jika April mengikuti pola seperti Februari, saat perubahan posisi bersih holder menjadi negatif dan harga turun hingga 46%, maka retracement Fibonacci 0,618 di dekat US$1.350 menjadi target yang realistis. Artinya, akan terjadi penurunan sekitar 30% dari level saat ini.

Penutupan 3-hari di atas US$2.200 akan menjaga pergerakan ETH di April tetap positif dan sejalan dengan pola musiman yang kuat, sementara breakdown di bawah US$2.000 berisiko mengulang penurunan 46% di Februari dengan US$1.350 sebagai target berdasarkan pengukuran.
Poros Amerika dan Wall Street 2.0GENIUS Act mungkin telah menutup pintu untuk stablecoin pembayaran berbunga, namun ini belum mengakhiri pencarian imbal hasil. Hal ini hanya mendorong pencarian tersebut ke struktur baru, di mana imbal hasil diperoleh lewat desain DeFi, bukan lagi melalui stablecoin itu sendiri. BeInCrypto bertanya pada dua pakar industri mengenai bagaimana pasar beradaptasi. Stefan Muehlbauer, Head of U.S. Government Affairs di CertiK, menyampaikan bahwa isu ini masih menjadi perdebatan politik. Ia menuturkan” “Isu mengenai imbal hasil masih menghadapi perlawanan kuat dari perbankan, tidak hanya dari GENIUS Act, tetapi juga menjadi pembahasan saat adanya hambatan pada RUU struktur pasar CLARITY Act versi Senat baru-baru ini.” Menurutnya, saat ini batasan terletak pada produk yang mirip bunga dengan produk yang memberikan hadiah dengan cara berbeda. “Bank menargetkan imbal hasil yang dihasilkan sebagai bunga, sedangkan pelaku DeFi berinovasi menciptakan produk yang memperlakukan hadiah lebih sebagai biaya layanan, seperti melalui mekanisme staking,” lanjut Muehlbauer. Anton Efimenko, co-founder di 8Blocks, juga melihat adanya perbedaan ini. Ia mengungkapkan: “Menurut hukum di AS, penerbit stablecoin tidak dapat mengeluarkan stablecoin dengan perolehan imbal hasil pasif. Rebasing pada dasarnya dilarang. Pada saat yang sama, tidak ada yang melarang stablecoin tersebut digunakan di produk DeFi yang menghasilkan yield melalui staking.” Ia menambahkan bahwa peluang ini masih bisa berkembang lebih jauh. “Kalau Anda merancang struktur ini dengan benar, penerbit stablecoin juga bisa meluncurkan platform DeFi-nya sendiri dan menyalurkan imbal hasil simpanan lewat lapisan tersebut.” Hal ini membuat pasar stablecoin di AS berada di posisi yang tidak biasa. Imbal hasil tetap menjadi salah satu insentif produk terkuat di dunia kripto, tapi di tahun 2026, produk ini harus dikemas dengan jauh lebih hati-hati. Federal Charter Ubah Keseimbangan Kekuasaan Piagam federal adalah tempat di mana perubahan kekuatan paling terlihat. Perusahaan kripto asli sudah mulai masuk ke dalam sistem keuangan AS, dan kini fokusnya adalah seberapa langsung mereka bisa bersaing dengan institusi yang telah mengendalikan akses ke pembayaran serta penyelesaian transaksi selama beberapa dekade. Muehlbauer berpendapat di sinilah terjadi perubahan besar: “Pemberian piagam bank kepercayaan nasional kepada perusahaan kripto asli seperti Circle dan Paxos secara efektif telah membongkar ‘taman berpagar’ yang selama ini melindungi raksasa lama seperti JPMorgan Chase dari persaingan teknis dari luar.” Dalam pandangannya, lisensi ini mengubah siapa yang dapat beroperasi dengan posisi kelembagaan di dalam sistem. Dengan mendapatkan piagam federal, ujar dia, penerbit aset digital memperoleh “cap federal resmi yang diperlukan untuk bersaing secara langsung dalam layanan pembayaran dan penyelesaian inti.” Hal ini memberi mereka jalan menuju “otonomi operasional” dan tidak harus terus bergantung pada mitra perbankan. Fernando Lillo Aranda, Marketing Director Zoomex, menyebutkan bahwa perubahan kunci adalah perusahaan kripto-native sekarang tidak perlu sepenuhnya bergantung pada bank lama untuk mendapatkan legitimasi. Aranda menuturkan: “Begitu penerbit non-bank bisa beroperasi di bawah kerangka federal atau piagam yang diawasi OCC, mereka bukan lagi sekadar perusahaan teknologi yang hanya menyewa akses ke sistem perbankan.” Menurutnya, hal ini memberikan perusahaan seperti Circle atau Paxos posisi yang lebih jelas dalam hal layanan pembayaran, kustodi, dan pengelolaan cadangan. Mereka menjadi institusi keuangan yang diatur secara langsung, bukan hanya mitra luar yang mencari akses. Pada saat yang sama, Lillo Aranda tidak menganggap ini sebagai perubahan mendadak dari dominasi bank: “Hal ini tidak lantas membuat JPMorgan menjadi lemah – institusi lama masih menguasai distribusi, kedalaman neraca, dan kepercayaan nasabah.” Namun, ia berpendapat bahwa jarak persaingan semakin mengecil. Dulu bank memegang keunggulan regulasi sementara perusahaan kripto lebih unggul dalam kecepatan desain produk, kini beberapa penerbit kripto-native telah memiliki keduanya. Persaingan kini bergeser dari akses dasar pasar menuju siapa yang dapat memperluas kepercayaan, distribusi, serta integrasi dengan lebih cepat. Efimenko setuju bahwa pasar mulai terbuka, tapi ia tidak percaya keuangan lama sudah kehilangan keunggulannya. “Pasar stablecoin AS akan sangat kompetitif, namun bank dan manajer aset tetap akan memegang keunggulan,” ucapnya. Menurutnya, faktor penentunya adalah distribusi. “Perusahaan kripto harus mengeluarkan biaya besar untuk pemasaran demi menarik investor, sementara bank sudah memiliki investor-inventar tersebut.” Piagam federal memberi penerbit kripto-native ruang gerak lebih luas sesuai aturan mereka sendiri, namun bank tetap memegang hubungan nasabah yang bisa menjadikan produk keuangan menjadi produk yang laris di pasaran. Aturan Federal Meningkat, tapi Negara Bagian Masih Ada di Ruangan GENIUS Act mungkin telah membentuk jalur federal untuk stablecoin, namun tidak menghapus sistem negara bagian yang dahulu membantu membentuk fase awal regulasi aset kripto AS. Yang terjadi adalah sistem negara bagian kini menjadi lebih terbatasi. Muehlbauer menyampaikan bahwa era di mana negara bagian bertindak sebagai “laboratorium inovasi” yang independen pada dasarnya telah berakhir. Menurutnya, pasar kini memasuki periode “kofederalisme kooperatif” di mana Washington menetapkan aturan utama pengawasan stablecoin. “Meskipun Model Wyoming dan BitLicense New York masih bertahan, mereka tidak lagi bersifat otonom,” terang Muehlbauer. Ia menjelaskan keduanya kini beroperasi dalam kerangka federal yang menetapkan standar minimum modal dan cadangan. Ia juga menyoroti adanya batasan ketat terkait seberapa jauh jalur yang dipimpin oleh negara dapat berjalan: “Bahkan penerbit stablecoin yang sukses dengan piagam negara menghadapi batas maksimal yang jelas. Begitu volumenya menyentuh US$10 miliar, mereka wajib beralih ke pengawasan utama federal oleh OCC.” Hal ini membuat peran negara bagian tetap ada, namun tidak lagi menjadi pemeran utama seperti yang dulu mereka klaim dalam kebijakan aset kripto. Negara bagian masih punya pengaruh dalam lisensi, pengawasan, dan eksperimen regional, tapi kini pusat gravitasinya berada di Washington. CLARITY Masih Harus Menyelesaikan Pertanyaan tentang Token Saat ini stablecoin sudah memiliki kerangka kerja tingkat federal, namun pertanyaan besar tentang klasifikasi token masih belum jelas. Di sinilah CLARITY Act memainkan peran penting. Muehlbauer menyampaikan bahwa rancangan undang-undang ini bertujuan untuk mengatasi apa yang ia sebut sebagai dilema “security-forever” dengan memperbarui cara hukum AS memperlakukan token sepanjang siklus hidupnya. Ia menerangkan: “UU ini memisahkan status ‘investment contract’ dengan memperkenalkan ‘Ancillary Assets’, yaitu token yang nilainya bergantung pada ‘upaya kewirausahaan atau manajerial’ dari suatu kelompok inti, tapi hanya pada tahap awal yang masih terpusat.” Menurut penjelasannya, rancangan undang-undang ini membuka jalan bagi token untuk keluar dari kategori tersebut ketika sebuah network berkembang dan tidak lagi sangat bergantung pada tim inti. Muehlbauer menambahkan: “Agar ada jalur keluar hukum, UU ini menciptakan tes ‘Kematangan’, yang memungkinkan token naik status menjadi Digital Commodities begitu jaringan sudah cukup terdesentralisasi.” Ia juga memaparkan bahwa pihak asal token nantinya bisa menyatakan upaya manajerial sudah “sekedar formalitas,” sehingga membuka jendela waktu 60 hari bagi SEC untuk menantang klaim itu atau membiarkan aset tersebut berlanjut dengan asumsi status non-sekuritas dalam perdagangan sekunder. Jika kerangka ini berhasil melalui negosiasi, AS bisa semakin dekat dengan definisi yang bisa dipakai untuk utility token. Sampai saat itu tiba, stablecoin memang sudah masuk era hukum yang lebih jelas, namun sebagian besar ekosistem aset kripto masih menunggu jawaban. Kesimpulan Akhir GENIUS Act telah memberikan Amerika Serikat kerangka stablecoin yang paling jelas sejauh ini, namun di saat bersamaan juga membuka babak baru persaingan. Debatnya kini tak hanya soal regulasi, melainkan juga siapa yang mengontrol penerbitan, siapa yang mendapat manfaat ekonomi dari digital dollar, dan siapa yang memperoleh akses langsung ke sistem keuangan. Jawaban dari Muehlbauer memperlihatkan bahwa Washington sudah membawa stablecoin masuk ke tata kelola federal yang lebih formal, namun pertarungan besar berikutnya mengenai klasifikasi token dan struktur pasar masih belum selesai. Sementara itu, Efimenko menunjukkan realitas komersial di balik kemajuan secara hukum ini. Walau ada peluang baru untuk piagam dan ruang untuk inovasi produk, perusahaan asli kripto tetap harus bersaing dengan bank yang sudah menguasai distribusi dan akses ke klien. Lillo Aranda menekankan hal tersebut dengan lebih tajam: piagam federal memang mempersempit “parit” yang dulu melindungi keuangan tradisional, tetapi keuntungan pelaku lama dalam skala, kepercayaan, dan kepemilikan pelanggan masih belum hilang. Stablecoin memang memasuki era hukum yang lebih jelas, namun perebutan kekuatan antara perusahaan kripto, bank, regulator, dan penerbit token masih terus berlangsung secara nyata.

Poros Amerika dan Wall Street 2.0

GENIUS Act mungkin telah menutup pintu untuk stablecoin pembayaran berbunga, namun ini belum mengakhiri pencarian imbal hasil. Hal ini hanya mendorong pencarian tersebut ke struktur baru, di mana imbal hasil diperoleh lewat desain DeFi, bukan lagi melalui stablecoin itu sendiri.

BeInCrypto bertanya pada dua pakar industri mengenai bagaimana pasar beradaptasi.

Stefan Muehlbauer, Head of U.S. Government Affairs di CertiK, menyampaikan bahwa isu ini masih menjadi perdebatan politik. Ia menuturkan”

“Isu mengenai imbal hasil masih menghadapi perlawanan kuat dari perbankan, tidak hanya dari GENIUS Act, tetapi juga menjadi pembahasan saat adanya hambatan pada RUU struktur pasar CLARITY Act versi Senat baru-baru ini.”

Menurutnya, saat ini batasan terletak pada produk yang mirip bunga dengan produk yang memberikan hadiah dengan cara berbeda.

“Bank menargetkan imbal hasil yang dihasilkan sebagai bunga, sedangkan pelaku DeFi berinovasi menciptakan produk yang memperlakukan hadiah lebih sebagai biaya layanan, seperti melalui mekanisme staking,” lanjut Muehlbauer.

Anton Efimenko, co-founder di 8Blocks, juga melihat adanya perbedaan ini. Ia mengungkapkan:

“Menurut hukum di AS, penerbit stablecoin tidak dapat mengeluarkan stablecoin dengan perolehan imbal hasil pasif. Rebasing pada dasarnya dilarang. Pada saat yang sama, tidak ada yang melarang stablecoin tersebut digunakan di produk DeFi yang menghasilkan yield melalui staking.”

Ia menambahkan bahwa peluang ini masih bisa berkembang lebih jauh. “Kalau Anda merancang struktur ini dengan benar, penerbit stablecoin juga bisa meluncurkan platform DeFi-nya sendiri dan menyalurkan imbal hasil simpanan lewat lapisan tersebut.”

Hal ini membuat pasar stablecoin di AS berada di posisi yang tidak biasa. Imbal hasil tetap menjadi salah satu insentif produk terkuat di dunia kripto, tapi di tahun 2026, produk ini harus dikemas dengan jauh lebih hati-hati.

Federal Charter Ubah Keseimbangan Kekuasaan

Piagam federal adalah tempat di mana perubahan kekuatan paling terlihat. Perusahaan kripto asli sudah mulai masuk ke dalam sistem keuangan AS, dan kini fokusnya adalah seberapa langsung mereka bisa bersaing dengan institusi yang telah mengendalikan akses ke pembayaran serta penyelesaian transaksi selama beberapa dekade.

Muehlbauer berpendapat di sinilah terjadi perubahan besar:

“Pemberian piagam bank kepercayaan nasional kepada perusahaan kripto asli seperti Circle dan Paxos secara efektif telah membongkar ‘taman berpagar’ yang selama ini melindungi raksasa lama seperti JPMorgan Chase dari persaingan teknis dari luar.”

Dalam pandangannya, lisensi ini mengubah siapa yang dapat beroperasi dengan posisi kelembagaan di dalam sistem. Dengan mendapatkan piagam federal, ujar dia, penerbit aset digital memperoleh “cap federal resmi yang diperlukan untuk bersaing secara langsung dalam layanan pembayaran dan penyelesaian inti.” Hal ini memberi mereka jalan menuju “otonomi operasional” dan tidak harus terus bergantung pada mitra perbankan.

Fernando Lillo Aranda, Marketing Director Zoomex, menyebutkan bahwa perubahan kunci adalah perusahaan kripto-native sekarang tidak perlu sepenuhnya bergantung pada bank lama untuk mendapatkan legitimasi.

Aranda menuturkan:

“Begitu penerbit non-bank bisa beroperasi di bawah kerangka federal atau piagam yang diawasi OCC, mereka bukan lagi sekadar perusahaan teknologi yang hanya menyewa akses ke sistem perbankan.”

Menurutnya, hal ini memberikan perusahaan seperti Circle atau Paxos posisi yang lebih jelas dalam hal layanan pembayaran, kustodi, dan pengelolaan cadangan. Mereka menjadi institusi keuangan yang diatur secara langsung, bukan hanya mitra luar yang mencari akses.

Pada saat yang sama, Lillo Aranda tidak menganggap ini sebagai perubahan mendadak dari dominasi bank:

“Hal ini tidak lantas membuat JPMorgan menjadi lemah – institusi lama masih menguasai distribusi, kedalaman neraca, dan kepercayaan nasabah.”

Namun, ia berpendapat bahwa jarak persaingan semakin mengecil.

Dulu bank memegang keunggulan regulasi sementara perusahaan kripto lebih unggul dalam kecepatan desain produk, kini beberapa penerbit kripto-native telah memiliki keduanya. Persaingan kini bergeser dari akses dasar pasar menuju siapa yang dapat memperluas kepercayaan, distribusi, serta integrasi dengan lebih cepat.

Efimenko setuju bahwa pasar mulai terbuka, tapi ia tidak percaya keuangan lama sudah kehilangan keunggulannya.

“Pasar stablecoin AS akan sangat kompetitif, namun bank dan manajer aset tetap akan memegang keunggulan,” ucapnya. Menurutnya, faktor penentunya adalah distribusi.

“Perusahaan kripto harus mengeluarkan biaya besar untuk pemasaran demi menarik investor, sementara bank sudah memiliki investor-inventar tersebut.”

Piagam federal memberi penerbit kripto-native ruang gerak lebih luas sesuai aturan mereka sendiri, namun bank tetap memegang hubungan nasabah yang bisa menjadikan produk keuangan menjadi produk yang laris di pasaran.

Aturan Federal Meningkat, tapi Negara Bagian Masih Ada di Ruangan

GENIUS Act mungkin telah membentuk jalur federal untuk stablecoin, namun tidak menghapus sistem negara bagian yang dahulu membantu membentuk fase awal regulasi aset kripto AS. Yang terjadi adalah sistem negara bagian kini menjadi lebih terbatasi.

Muehlbauer menyampaikan bahwa era di mana negara bagian bertindak sebagai “laboratorium inovasi” yang independen pada dasarnya telah berakhir. Menurutnya, pasar kini memasuki periode “kofederalisme kooperatif” di mana Washington menetapkan aturan utama pengawasan stablecoin.

“Meskipun Model Wyoming dan BitLicense New York masih bertahan, mereka tidak lagi bersifat otonom,” terang Muehlbauer. Ia menjelaskan keduanya kini beroperasi dalam kerangka federal yang menetapkan standar minimum modal dan cadangan.

Ia juga menyoroti adanya batasan ketat terkait seberapa jauh jalur yang dipimpin oleh negara dapat berjalan:

“Bahkan penerbit stablecoin yang sukses dengan piagam negara menghadapi batas maksimal yang jelas. Begitu volumenya menyentuh US$10 miliar, mereka wajib beralih ke pengawasan utama federal oleh OCC.”

Hal ini membuat peran negara bagian tetap ada, namun tidak lagi menjadi pemeran utama seperti yang dulu mereka klaim dalam kebijakan aset kripto. Negara bagian masih punya pengaruh dalam lisensi, pengawasan, dan eksperimen regional, tapi kini pusat gravitasinya berada di Washington.

CLARITY Masih Harus Menyelesaikan Pertanyaan tentang Token

Saat ini stablecoin sudah memiliki kerangka kerja tingkat federal, namun pertanyaan besar tentang klasifikasi token masih belum jelas. Di sinilah CLARITY Act memainkan peran penting.

Muehlbauer menyampaikan bahwa rancangan undang-undang ini bertujuan untuk mengatasi apa yang ia sebut sebagai dilema “security-forever” dengan memperbarui cara hukum AS memperlakukan token sepanjang siklus hidupnya. Ia menerangkan:

“UU ini memisahkan status ‘investment contract’ dengan memperkenalkan ‘Ancillary Assets’, yaitu token yang nilainya bergantung pada ‘upaya kewirausahaan atau manajerial’ dari suatu kelompok inti, tapi hanya pada tahap awal yang masih terpusat.”

Menurut penjelasannya, rancangan undang-undang ini membuka jalan bagi token untuk keluar dari kategori tersebut ketika sebuah network berkembang dan tidak lagi sangat bergantung pada tim inti. Muehlbauer menambahkan:

“Agar ada jalur keluar hukum, UU ini menciptakan tes ‘Kematangan’, yang memungkinkan token naik status menjadi Digital Commodities begitu jaringan sudah cukup terdesentralisasi.”

Ia juga memaparkan bahwa pihak asal token nantinya bisa menyatakan upaya manajerial sudah “sekedar formalitas,” sehingga membuka jendela waktu 60 hari bagi SEC untuk menantang klaim itu atau membiarkan aset tersebut berlanjut dengan asumsi status non-sekuritas dalam perdagangan sekunder.

Jika kerangka ini berhasil melalui negosiasi, AS bisa semakin dekat dengan definisi yang bisa dipakai untuk utility token. Sampai saat itu tiba, stablecoin memang sudah masuk era hukum yang lebih jelas, namun sebagian besar ekosistem aset kripto masih menunggu jawaban.

Kesimpulan Akhir

GENIUS Act telah memberikan Amerika Serikat kerangka stablecoin yang paling jelas sejauh ini, namun di saat bersamaan juga membuka babak baru persaingan. Debatnya kini tak hanya soal regulasi, melainkan juga siapa yang mengontrol penerbitan, siapa yang mendapat manfaat ekonomi dari digital dollar, dan siapa yang memperoleh akses langsung ke sistem keuangan.

Jawaban dari Muehlbauer memperlihatkan bahwa Washington sudah membawa stablecoin masuk ke tata kelola federal yang lebih formal, namun pertarungan besar berikutnya mengenai klasifikasi token dan struktur pasar masih belum selesai.

Sementara itu, Efimenko menunjukkan realitas komersial di balik kemajuan secara hukum ini. Walau ada peluang baru untuk piagam dan ruang untuk inovasi produk, perusahaan asli kripto tetap harus bersaing dengan bank yang sudah menguasai distribusi dan akses ke klien.

Lillo Aranda menekankan hal tersebut dengan lebih tajam: piagam federal memang mempersempit “parit” yang dulu melindungi keuangan tradisional, tetapi keuntungan pelaku lama dalam skala, kepercayaan, dan kepemilikan pelanggan masih belum hilang.

Stablecoin memang memasuki era hukum yang lebih jelas, namun perebutan kekuatan antara perusahaan kripto, bank, regulator, dan penerbit token masih terus berlangsung secara nyata.
3 Altcoin yang Perlu Dipantau di Pekan Pertama April 2026Pekan pertama bulan April menghadirkan klaster katalis yang bisa menggerakkan beberapa altcoin secara signifikan ke dua arah. Token unlock, upgrade protokol, dan integrasi mining baru saling berdekatan hanya dalam hitungan hari. Sesuai dengan hal tersebut, BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin yang perlu diperhatikan investor seiring dimulainya April dan kuartal kedua 2026. Dogecoin (DOGE) Dogecoin (DOGE) diperdagangkan di harga US$0,09315, naik 2,99% dalam sehari, dan bergerak konsolidasi tepat di atas level Fibonacci 0,618 di US$0,08807. DOGE berada dalam channel menurun yang terlihat sejak akhir Januari. Indikator Chaikin Money Flow (CMF) berada tepat di angka 0,00, menandakan tidak ada akumulasi maupun distribusi karena harga berada di dekat batas bawah channel. Mainnet mining Dogecoin Qubic yang ditargetkan meluncur 1 April, memperkenalkan narasi baru soal permintaan DOGE. Jika katalis ini memicu breakout di atas garis tren atas channel menurun, yang kini mengarah ke US$0,09933, maka potensi kenaikan menuju level Fibonacci 0,382 menjadi peluang. Karena channel ini makin menyempit, arah pergerakan akan segera terkonfirmasi. Analisis Harga DOGE | Sumber: TradingView Jika penutupan harian berada di bawah US$0,08807, hal ini akan mengonfirmasi dominasi bearish dalam struktur menurun tersebut. Level 0,786 di US$0,08005 kemudian menjadi acuan penurunan selanjutnya. CMF yang terus turun di bawah nol dengan volume meningkat akan semakin memperkuat sinyal bearish menuju April. Celo (CELO) Celo (CELO) diperdagangkan di harga US$0,0757, naik 3,70% dalam sehari, berada di bawah level Fibonacci 0,382 di US$0,0773 dengan garis EMA menurun di US$0,0785. Harga telah bergerak naik-turun antara US$0,0741 hingga US$0,0825 selama beberapa minggu, gagal menembus level 0,618 dan bergerak semakin dekat ke harga terendah sepanjang masa di US$0,0689. Jovian Hardfork yang akan aktif pada 31 Maret membawa upgrade mekanisme gas dan proposal tokenomics buyback and burn pada CELO. Jika upgrade ini berhasil dan mendorong aksi beli, harga berpotensi naik menembus US$0,0773 dan mendekati resistance Fibonacci 0,618 di US$0,0825. Di sinilah garis horizontal hijau pada grafik telah beberapa kali menjadi batas pemulihan harga. Analisis Harga CELO | Sumber: TradingView Jika gagal bertahan di atas level 0,236 di US$0,0741, maka ini menjadi sinyal bearish. Hal tersebut mengindikasikan bahwa katalis sudah diantisipasi pasar. Di bawah level tersebut, harga terendah sepanjang masa di US$0,0689 jadi satu-satunya acuan teknis berikutnya di grafik. Sui (SUI) Sui (SUI) diperdagangkan di harga US$0,8714, naik 2,91% dalam sehari, bergerak dalam pola wedge melebar dengan harga menekan garis tren bawah. Bollinger Bands menunjukkan garis tengah di US$0,9552 dan garis bawah di US$0,8381. Money Flow Index (MFI) merosot ke angka 32,70, mendekati area oversold setelah sebelumnya sempat menyentuh hampir 80 di pertengahan Maret. Unlock sebesar 42,94 juta SUI pada 1 April menjadi katalis utama dalam waktu dekat. Jika pasar mampu menyerap suplai baru dan MFI memantul dari 32,70, pemulihan menuju US$0,8814 menjadi peluang. Jika bisa menutup di atas US$0,9687, struktur jangka pendek bisa kembali menguntungkan buyer. Analisis Harga SUI | Sumber: TradingView Jika gagal bertahan di garis tren bawah wedge dan penutupan harian berada di bawah US$0,8222, maka potensi pemulihan tidak berlaku lagi. Setelah itu, US$0,7609 menjadi support berikutnya yang terlihat pada grafik. Jika MFI terus meluncur turun tanpa ada pantulan, itu akan menegaskan tekanan jual yang berlanjut selama proses unlock terjadi.

3 Altcoin yang Perlu Dipantau di Pekan Pertama April 2026

Pekan pertama bulan April menghadirkan klaster katalis yang bisa menggerakkan beberapa altcoin secara signifikan ke dua arah. Token unlock, upgrade protokol, dan integrasi mining baru saling berdekatan hanya dalam hitungan hari.

Sesuai dengan hal tersebut, BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin yang perlu diperhatikan investor seiring dimulainya April dan kuartal kedua 2026.

Dogecoin (DOGE)

Dogecoin (DOGE) diperdagangkan di harga US$0,09315, naik 2,99% dalam sehari, dan bergerak konsolidasi tepat di atas level Fibonacci 0,618 di US$0,08807. DOGE berada dalam channel menurun yang terlihat sejak akhir Januari. Indikator Chaikin Money Flow (CMF) berada tepat di angka 0,00, menandakan tidak ada akumulasi maupun distribusi karena harga berada di dekat batas bawah channel.

Mainnet mining Dogecoin Qubic yang ditargetkan meluncur 1 April, memperkenalkan narasi baru soal permintaan DOGE. Jika katalis ini memicu breakout di atas garis tren atas channel menurun, yang kini mengarah ke US$0,09933, maka potensi kenaikan menuju level Fibonacci 0,382 menjadi peluang. Karena channel ini makin menyempit, arah pergerakan akan segera terkonfirmasi.

Analisis Harga DOGE | Sumber: TradingView

Jika penutupan harian berada di bawah US$0,08807, hal ini akan mengonfirmasi dominasi bearish dalam struktur menurun tersebut. Level 0,786 di US$0,08005 kemudian menjadi acuan penurunan selanjutnya. CMF yang terus turun di bawah nol dengan volume meningkat akan semakin memperkuat sinyal bearish menuju April.

Celo (CELO)

Celo (CELO) diperdagangkan di harga US$0,0757, naik 3,70% dalam sehari, berada di bawah level Fibonacci 0,382 di US$0,0773 dengan garis EMA menurun di US$0,0785. Harga telah bergerak naik-turun antara US$0,0741 hingga US$0,0825 selama beberapa minggu, gagal menembus level 0,618 dan bergerak semakin dekat ke harga terendah sepanjang masa di US$0,0689.

Jovian Hardfork yang akan aktif pada 31 Maret membawa upgrade mekanisme gas dan proposal tokenomics buyback and burn pada CELO. Jika upgrade ini berhasil dan mendorong aksi beli, harga berpotensi naik menembus US$0,0773 dan mendekati resistance Fibonacci 0,618 di US$0,0825. Di sinilah garis horizontal hijau pada grafik telah beberapa kali menjadi batas pemulihan harga.

Analisis Harga CELO | Sumber: TradingView

Jika gagal bertahan di atas level 0,236 di US$0,0741, maka ini menjadi sinyal bearish. Hal tersebut mengindikasikan bahwa katalis sudah diantisipasi pasar. Di bawah level tersebut, harga terendah sepanjang masa di US$0,0689 jadi satu-satunya acuan teknis berikutnya di grafik.

Sui (SUI)

Sui (SUI) diperdagangkan di harga US$0,8714, naik 2,91% dalam sehari, bergerak dalam pola wedge melebar dengan harga menekan garis tren bawah. Bollinger Bands menunjukkan garis tengah di US$0,9552 dan garis bawah di US$0,8381. Money Flow Index (MFI) merosot ke angka 32,70, mendekati area oversold setelah sebelumnya sempat menyentuh hampir 80 di pertengahan Maret.

Unlock sebesar 42,94 juta SUI pada 1 April menjadi katalis utama dalam waktu dekat. Jika pasar mampu menyerap suplai baru dan MFI memantul dari 32,70, pemulihan menuju US$0,8814 menjadi peluang. Jika bisa menutup di atas US$0,9687, struktur jangka pendek bisa kembali menguntungkan buyer.

Analisis Harga SUI | Sumber: TradingView

Jika gagal bertahan di garis tren bawah wedge dan penutupan harian berada di bawah US$0,8222, maka potensi pemulihan tidak berlaku lagi. Setelah itu, US$0,7609 menjadi support berikutnya yang terlihat pada grafik. Jika MFI terus meluncur turun tanpa ada pantulan, itu akan menegaskan tekanan jual yang berlanjut selama proses unlock terjadi.
4 Alasan Mengapa Musim Meme Coin Tidak Akan Segera KembaliTotal kapitalisasi pasar meme coin telah turun menjadi sekitar US$36 miliar, dengan setiap subsektor utama mencatat kerugian sepanjang tahun ini kecuali satu. Empat sinyal yang bersamaan menunjukkan pemulihan masih jauh. Sinyal pertama adalah luasnya penurunan yang terjadi. Data dari CoinGecko menunjukan gambaran suram di semua kategori meme coin. Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung Performa Kategori Meme Coin | Sumber: CoinGecko Token AI Meme jadi yang paling terpukul karena turun 46% sejak awal tahun. Token bertema anjing, 4chan, dan tokoh Elon Musk, semuanya juga turun sekitar 28% hingga 30% secara serempak. Kategori Boy’s Club dan bertema katak masih bertahan relatif lebih baik, keduanya turun sekitar 19% sampai 20%. Satu-satunya pengecualian yaitu Four.meme Ecosystem di BNB Chain, yang sudah naik tiga kali lipat lebih sejak Januari. Sinyal kedua adalah dominasi yang makin menurun. Data dari CryptoQuant menunjukkan dominasi meme coin dalam pasar altcoin turun dari 0,042 pada pertengahan Februari menjadi 0,034 pada bulan Maret. Ini menandakan modal berpindah keluar dari token meme. Sinyal ketiga adalah partisipasi yang menurun drastis. Solana, yang sebelumnya menjadi pusat utama spekulasi memecoin, kini mengalami penurunan interaksi on-chain. Analis Shah menerangkan bahwa jumlah trader decentralized exchange (DEX) harian di Solana turun ke level terendah sepanjang sejarah. “Partisipasi ada di titik terendah sepanjang masa, hanya beberapa ribu orang yang masih aktif, sehingga koin-koin bagus yang dulu punya potensi 100 juta–1 miliar kini hanya diperdagangkan antara 500 ribu hingga 20 juta,” tulisnya . Analis Capexbt menggambarkan chain tersebut seperti “kota hantu.” Sinyal keempat datang dari latar belakang ekonomi makro. Meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik AS-Iran, telah menjaga Fear and Greed Index Kripto di level ketakutan ekstrim. Tanpa adanya likuiditas baru dan minat risiko yang segar, kondisi untuk reli meme coin masih belum terlihat. Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis berbagi insight ahli

4 Alasan Mengapa Musim Meme Coin Tidak Akan Segera Kembali

Total kapitalisasi pasar meme coin telah turun menjadi sekitar US$36 miliar, dengan setiap subsektor utama mencatat kerugian sepanjang tahun ini kecuali satu. Empat sinyal yang bersamaan menunjukkan pemulihan masih jauh.

Sinyal pertama adalah luasnya penurunan yang terjadi. Data dari CoinGecko menunjukan gambaran suram di semua kategori meme coin.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

Performa Kategori Meme Coin | Sumber: CoinGecko

Token AI Meme jadi yang paling terpukul karena turun 46% sejak awal tahun. Token bertema anjing, 4chan, dan tokoh Elon Musk, semuanya juga turun sekitar 28% hingga 30% secara serempak.

Kategori Boy’s Club dan bertema katak masih bertahan relatif lebih baik, keduanya turun sekitar 19% sampai 20%. Satu-satunya pengecualian yaitu Four.meme Ecosystem di BNB Chain, yang sudah naik tiga kali lipat lebih sejak Januari.

Sinyal kedua adalah dominasi yang makin menurun. Data dari CryptoQuant menunjukkan dominasi meme coin dalam pasar altcoin turun dari 0,042 pada pertengahan Februari menjadi 0,034 pada bulan Maret. Ini menandakan modal berpindah keluar dari token meme.

Sinyal ketiga adalah partisipasi yang menurun drastis. Solana, yang sebelumnya menjadi pusat utama spekulasi memecoin, kini mengalami penurunan interaksi on-chain. Analis Shah menerangkan bahwa jumlah trader decentralized exchange (DEX) harian di Solana turun ke level terendah sepanjang sejarah.

“Partisipasi ada di titik terendah sepanjang masa, hanya beberapa ribu orang yang masih aktif, sehingga koin-koin bagus yang dulu punya potensi 100 juta–1 miliar kini hanya diperdagangkan antara 500 ribu hingga 20 juta,” tulisnya .

Analis Capexbt menggambarkan chain tersebut seperti “kota hantu.”

Sinyal keempat datang dari latar belakang ekonomi makro. Meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik AS-Iran, telah menjaga Fear and Greed Index Kripto di level ketakutan ekstrim.

Tanpa adanya likuiditas baru dan minat risiko yang segar, kondisi untuk reli meme coin masih belum terlihat.

Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis berbagi insight ahli
Peneliti Ripple Usulkan Transfer Multi-Purpose Token XRPL dengan Privasi TerjagaTim riset Ripple telah menerbitkan makalah tentang penambahan privasi transaksi pada XRP Ledger (XRPL). Makalah ini memperkenalkan Confidential Transfers untuk Multi-Purpose Tokens (Confidential MPTs). Tujuannya yaitu untuk mendukung penggunaan institusional dan yang diatur regulator dengan kendali penerbit seperti pembekuan dan penarikan kembali. Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung Penulis makalah ini adalah Murat Cenk, Aanchal Malhotra, dan Joseph Ayo Akinyele. Confidential MPTs akan menjadi pengembangan kriptografi dari standar token XLS-33 yang mulai berlaku di mainnet XRPL pada Oktober 2025. Protokol ini menggantikan saldo akun per akun yang terlihat dengan EC-ElGamal ciphertexts. Selain itu, protokol ini menggunakan non-interactive zero-knowledge proofs untuk memastikan transfer benar dan saldo mencukupi tanpa harus melakukan dekripsi dari validator. Sementara itu, identitas pengirim dan penerima tetap terlihat agar tetap mempertahankan model akun berbasis XRPL. “Untuk memenuhi kebutuhan regulasi dan institusi, Confidential MPTs memberikan auditabilitas kriptografi melalui model selektif-disclosure on-chain berdasarkan representasi saldo multi-ciphertext dan equality proofs, sambil tetap kompatibel dengan model audit sederhana yang dimediasi penerbit,” jelas abstrak tersebut. Waktu rilis makalah ini sejalan dengan perubahan sikap regulator terhadap privasi on-chain. Dalam sebuah laporan baru-baru ini yang diserahkan ke Kongres pada awal Maret, Departemen Keuangan AS mengakui jika pengguna aset digital yang taat hukum dapat menggunakan mixer ketika bertransaksi di blockchain publik. Makalah privasi ini hadir ketika Ripple secara bersamaan memperkuat pondasi keamanan jaringan. Ripple baru-baru ini memaparkan strategi keamanan berbasis AI untuk XRPL. Subscribe ke channel YouTube kami untuk menonton pemimpin dan jurnalis memberikan wawasan para ahli

Peneliti Ripple Usulkan Transfer Multi-Purpose Token XRPL dengan Privasi Terjaga

Tim riset Ripple telah menerbitkan makalah tentang penambahan privasi transaksi pada XRP Ledger (XRPL).

Makalah ini memperkenalkan Confidential Transfers untuk Multi-Purpose Tokens (Confidential MPTs). Tujuannya yaitu untuk mendukung penggunaan institusional dan yang diatur regulator dengan kendali penerbit seperti pembekuan dan penarikan kembali.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

Penulis makalah ini adalah Murat Cenk, Aanchal Malhotra, dan Joseph Ayo Akinyele. Confidential MPTs akan menjadi pengembangan kriptografi dari standar token XLS-33 yang mulai berlaku di mainnet XRPL pada Oktober 2025.

Protokol ini menggantikan saldo akun per akun yang terlihat dengan EC-ElGamal ciphertexts. Selain itu, protokol ini menggunakan non-interactive zero-knowledge proofs untuk memastikan transfer benar dan saldo mencukupi tanpa harus melakukan dekripsi dari validator.

Sementara itu, identitas pengirim dan penerima tetap terlihat agar tetap mempertahankan model akun berbasis XRPL.

“Untuk memenuhi kebutuhan regulasi dan institusi, Confidential MPTs memberikan auditabilitas kriptografi melalui model selektif-disclosure on-chain berdasarkan representasi saldo multi-ciphertext dan equality proofs, sambil tetap kompatibel dengan model audit sederhana yang dimediasi penerbit,” jelas abstrak tersebut.

Waktu rilis makalah ini sejalan dengan perubahan sikap regulator terhadap privasi on-chain. Dalam sebuah laporan baru-baru ini yang diserahkan ke Kongres pada awal Maret, Departemen Keuangan AS mengakui jika pengguna aset digital yang taat hukum dapat menggunakan mixer ketika bertransaksi di blockchain publik.

Makalah privasi ini hadir ketika Ripple secara bersamaan memperkuat pondasi keamanan jaringan. Ripple baru-baru ini memaparkan strategi keamanan berbasis AI untuk XRPL.

Subscribe ke channel YouTube kami untuk menonton pemimpin dan jurnalis memberikan wawasan para ahli
Prediksi Harga Bitcoin: Apa yang Bisa Diharapkan dari BTC di April 2026Harga Bitcoin (BTC) memasuki April 2026 di persimpangan jalan. Maret berakhir dengan kenaikan tipis 0,19%, jauh menurun dari reli bulanan lebih dari 5% yang sebelumnya sempat dicapai BTC. Dengan sejarah, arus ETF, dan perilaku whale yang semuanya memberikan sinyal campuran, April bisa menjadi bulan penting yang menentukan arah Bitcoin sepanjang sisa 2026. Sejarah Menguntungkan April, tetapi Grafik 3 Hari Tidak Grafik hasil bulanan menunjukkan bahwa harga Bitcoin terlihat kesulitan sepanjang 2026. Januari ditutup dengan -10,1%, lalu Februari turun 14,8%, keduanya melawan rerata historis positif masing-masing +8,52% dan +12,5%. Maret hanya bertahan di +0,19%, jauh di bawah rerata historis +10,2%. Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini. Hasil Bulanan Bitcoin | Sumber: CryptoRank April secara historis memang menjadi salah satu bulan terkuat untuk Bitcoin, dengan rerata keuntungan +33,4% dan median +7,57%. Akan tetapi, karena Januari dan Februari sudah menembus pola historis, hanya mengandalkan pola musiman terasa berisiko. Grafik 3 harian memperlihatkan prediksi harga Bitcoin yang mengkhawatirkan untuk bulan-bulan mendatang. Setelah mencapai puncak di US$125.900 pada 4 Oktober 2025, BTC turun ke US$60.000 di level terendah, berarti anjlok lebih dari 52%. Pergerakan harga sejak level terendah Januari membentuk bear flag, yaitu pola konsolidasi yang biasanya diakhiri pelemahan lebih lanjut setara panjang tiang polanya. Bear Flag BTC 3 Hari | Sumber: TradingView Harga saat ini sedang menguji garis tren bawah dari pola flag. Jika breakdown terkonfirmasi pada grafik 3 harian, proyeksi pergerakannya mengarah ke penurunan signifikan berikutnya. Gambaran besar ini menggambarkan potensi pergerakan pasar selama April. ETF Bitcoin Tunjukkan Retak di Balik Permukaan Hijau Secara kasat mata, arus ETF Bitcoin di bulan Maret terlihat positif. Data bulanan menunjukkan arus masuk bersih sebesar US$1,13 miliar, mengakhiri empat bulan berturut-turut sebelumnya yang mengalami arus keluar. Perubahan ini memberi kesan bahwa institusi mulai kembali percaya diri. Arus ETF Bulanan Bitcoin | Sumber: SoSoValue namun, rincian mingguan justru menceritakan situasi yang berbeda. Minggu 6 Maret mencatat arus masuk US$568 juta. Pada 13 Maret naik ke US$767 juta. Tapi, 20 Maret menurun ke US$95 juta, lalu minggu yang berakhir 27 Maret malah merah di -US$296 juta. Maret dimulai dengan kuat, namun berakhir melemah. Momentum yang dulu mendorong arus masuk ETF di awal bulan sudah menghilang, dan arus keluar di minggu terakhir berpotensi memberikan tekanan baru menuju April. Arus ETF Mingguan Bitcoin | Sumber: SoSoValue Exchange Whale Ratio, metrik CryptoQuant yang melacak rasio 10 transaksi masuk exchange terbesar terhadap total arus masuk, juga memperkuat kekhawatiran ini. Pada 10 Januari, rasionya berada di 0,34, yang menjadi titik terendah sejak awal tahun. Tapi pada 28 Maret, nilainya melonjak ke 0,79, dengan dua lonjakan signifikan pada 14 dan 28 Maret. Rasio whale yang meningkat berarti para Bitcoin whale mengirim lebih banyak koin ke exchange dibandingkan peserta lainnya. Tren kenaikan ini di sepanjang 2026 menandakan holder besar terus melakukan distribusi, dan bulan Maret tak menjadi pengecualian. Rasio Whale BTC di Exchange | Sumber: CryptoQuant Kombinasi arus masuk ETF yang melemah dan aksi jual whale yang meningkat menuju April membuat kondisi permintaan Bitcoin melemah, padahal struktur teknikal juga sudah bernuansa bearish. Level Harga Bitcoin yang Perlu Diperhatikan di April Level terpenting untuk April adalah US$67.000. Level ini sudah menjadi area support kuat sepanjang 2026, di mana setiap penurunan di bawahnya selalu cepat kembali dipulihkan. Namun, jika Bitcoin benar-benar menutup grafik 3 harian di bawah US$67.000, apalagi dengan data ETF dan whale yang melemah, aksi jual lanjutan bisa terjadi. Di bawah US$67.000, support berikutnya ada di US$61.500 (level Fibonacci 0,382), lalu di US$60.000, yang menjadi batas psikologis dan teknikal. Bulan April sepertinya akan ditentukan oleh apakah Bitcoin bisa bertahan di zona US$60.000 hingga US$61.500. Jika harga menembus di bawah rentang tersebut, potensi turun ke US$57.000 dan akhirnya ke US$52.600 terbuka, yang sesuai dengan retracement Fibonacci 0,618. Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView Untuk pergerakan ke atas, Bitcoin mulai menunjukkan kekuatan jika berhasil naik dan bertahan di atas US$75.900, yang merupakan level tertinggi lokal pada bulan Maret. Jika menembus level tersebut, pola bear flag akan semakin lemah dan prediksi harga Bitcoin di bulan April akan berubah dari bertahan menjadi lebih optimistis. Saat ini, bulan April masih tentang bertahan di atas US$60.000. Data dari ETF, whale, dan grafik 3-hari sama-sama menandakan bahwa arah paling mudah untuk saat ini masih cenderung turun.

Prediksi Harga Bitcoin: Apa yang Bisa Diharapkan dari BTC di April 2026

Harga Bitcoin (BTC) memasuki April 2026 di persimpangan jalan. Maret berakhir dengan kenaikan tipis 0,19%, jauh menurun dari reli bulanan lebih dari 5% yang sebelumnya sempat dicapai BTC.

Dengan sejarah, arus ETF, dan perilaku whale yang semuanya memberikan sinyal campuran, April bisa menjadi bulan penting yang menentukan arah Bitcoin sepanjang sisa 2026.

Sejarah Menguntungkan April, tetapi Grafik 3 Hari Tidak

Grafik hasil bulanan menunjukkan bahwa harga Bitcoin terlihat kesulitan sepanjang 2026. Januari ditutup dengan -10,1%, lalu Februari turun 14,8%, keduanya melawan rerata historis positif masing-masing +8,52% dan +12,5%. Maret hanya bertahan di +0,19%, jauh di bawah rerata historis +10,2%.

Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.

Hasil Bulanan Bitcoin | Sumber: CryptoRank

April secara historis memang menjadi salah satu bulan terkuat untuk Bitcoin, dengan rerata keuntungan +33,4% dan median +7,57%. Akan tetapi, karena Januari dan Februari sudah menembus pola historis, hanya mengandalkan pola musiman terasa berisiko.

Grafik 3 harian memperlihatkan prediksi harga Bitcoin yang mengkhawatirkan untuk bulan-bulan mendatang. Setelah mencapai puncak di US$125.900 pada 4 Oktober 2025, BTC turun ke US$60.000 di level terendah, berarti anjlok lebih dari 52%. Pergerakan harga sejak level terendah Januari membentuk bear flag, yaitu pola konsolidasi yang biasanya diakhiri pelemahan lebih lanjut setara panjang tiang polanya.

Bear Flag BTC 3 Hari | Sumber: TradingView

Harga saat ini sedang menguji garis tren bawah dari pola flag. Jika breakdown terkonfirmasi pada grafik 3 harian, proyeksi pergerakannya mengarah ke penurunan signifikan berikutnya. Gambaran besar ini menggambarkan potensi pergerakan pasar selama April.

ETF Bitcoin Tunjukkan Retak di Balik Permukaan Hijau

Secara kasat mata, arus ETF Bitcoin di bulan Maret terlihat positif. Data bulanan menunjukkan arus masuk bersih sebesar US$1,13 miliar, mengakhiri empat bulan berturut-turut sebelumnya yang mengalami arus keluar. Perubahan ini memberi kesan bahwa institusi mulai kembali percaya diri.

Arus ETF Bulanan Bitcoin | Sumber: SoSoValue

namun, rincian mingguan justru menceritakan situasi yang berbeda. Minggu 6 Maret mencatat arus masuk US$568 juta. Pada 13 Maret naik ke US$767 juta. Tapi, 20 Maret menurun ke US$95 juta, lalu minggu yang berakhir 27 Maret malah merah di -US$296 juta.

Maret dimulai dengan kuat, namun berakhir melemah. Momentum yang dulu mendorong arus masuk ETF di awal bulan sudah menghilang, dan arus keluar di minggu terakhir berpotensi memberikan tekanan baru menuju April.

Arus ETF Mingguan Bitcoin | Sumber: SoSoValue

Exchange Whale Ratio, metrik CryptoQuant yang melacak rasio 10 transaksi masuk exchange terbesar terhadap total arus masuk, juga memperkuat kekhawatiran ini. Pada 10 Januari, rasionya berada di 0,34, yang menjadi titik terendah sejak awal tahun. Tapi pada 28 Maret, nilainya melonjak ke 0,79, dengan dua lonjakan signifikan pada 14 dan 28 Maret.

Rasio whale yang meningkat berarti para Bitcoin whale mengirim lebih banyak koin ke exchange dibandingkan peserta lainnya. Tren kenaikan ini di sepanjang 2026 menandakan holder besar terus melakukan distribusi, dan bulan Maret tak menjadi pengecualian.

Rasio Whale BTC di Exchange | Sumber: CryptoQuant

Kombinasi arus masuk ETF yang melemah dan aksi jual whale yang meningkat menuju April membuat kondisi permintaan Bitcoin melemah, padahal struktur teknikal juga sudah bernuansa bearish.

Level Harga Bitcoin yang Perlu Diperhatikan di April

Level terpenting untuk April adalah US$67.000. Level ini sudah menjadi area support kuat sepanjang 2026, di mana setiap penurunan di bawahnya selalu cepat kembali dipulihkan. Namun, jika Bitcoin benar-benar menutup grafik 3 harian di bawah US$67.000, apalagi dengan data ETF dan whale yang melemah, aksi jual lanjutan bisa terjadi.

Di bawah US$67.000, support berikutnya ada di US$61.500 (level Fibonacci 0,382), lalu di US$60.000, yang menjadi batas psikologis dan teknikal. Bulan April sepertinya akan ditentukan oleh apakah Bitcoin bisa bertahan di zona US$60.000 hingga US$61.500. Jika harga menembus di bawah rentang tersebut, potensi turun ke US$57.000 dan akhirnya ke US$52.600 terbuka, yang sesuai dengan retracement Fibonacci 0,618.

Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Untuk pergerakan ke atas, Bitcoin mulai menunjukkan kekuatan jika berhasil naik dan bertahan di atas US$75.900, yang merupakan level tertinggi lokal pada bulan Maret. Jika menembus level tersebut, pola bear flag akan semakin lemah dan prediksi harga Bitcoin di bulan April akan berubah dari bertahan menjadi lebih optimistis.

Saat ini, bulan April masih tentang bertahan di atas US$60.000. Data dari ETF, whale, dan grafik 3-hari sama-sama menandakan bahwa arah paling mudah untuk saat ini masih cenderung turun.
Binance Research Baru Rilis 5 Sinyal yang Harus Diwaspadai Setiap Trader KriptoGeopolitical and Macro Pulse edisi 30 Maret yang dirilis oleh Binance Research menyoroti lima peristiwa risiko yang saling terkait dan bisa membentuk kembali posisi aset kripto minggu ini, mulai dari eskalasi di Timur Tengah hingga keputusan SEC yang masih menggantung. Laporan ini terbit ketika VIX naik 13,16%, S&P 500 turun 1,75%, dan Nasdaq jatuh 1,93% hanya dalam satu sesi perdagangan. Sementara itu, harga minyak Brent naik 1,19% dan Ethereum (ETH) menguat 0,96%. Perang, Regulasi, dan Keputusan ETF yang Tertunda Terjadi Secara Bersamaan USS Tripoli tiba di Timur Tengah pada 28 Maret dengan membawa 3.500 tentara, menurut U.S. CENTCOM. Pemberontak Houthi di Yaman meluncurkan rudal balistik ke Israel pada hari yang sama, yang menandai keterlibatan resmi mereka dalam perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Peluang di Polymarket untuk gencatan senjata hingga akhir April hanya berada di 32%, sementara normalisasi Selat Hormuz tertinggal di angka 21%. CLARITY Act memasuki tahap pembahasan tertutup di Senate Banking Committee. Draf terbarunya melarang imbal hasil pasif untuk stablecoin, aturan yang memicu reaksi tajam dari para penerbit stablecoin. Circle kehilangan kapitalisasi pasar sebesar US$5,6 miliar hanya dalam satu sesi setelah rincian draf tersebut beredar. Meski begitu, sidang Tokenisasi pada 25 Maret menunjukkan dukungan bipartisan, dan pembahasan lebih lanjut pada akhir April pun masih mungkin terjadi. SEC membiarkan tenggat waktu 27 Maret berlalu tanpa membuat keputusan final terhadap 91 pengajuan ETF kripto yang masih menunggu jawaban. Analis Bloomberg tetap mempertahankan tingkat kemungkinan persetujuan yang tinggi untuk Ripple (XRP) dan Solana (SOL). Setiap persetujuan resmi atau perpanjangan waktu, meski bersifat moderat sekalipun, minggu ini layak untuk diperhatikan secara saksama. Grafik kinerja aset 1D dari Binance Research memperlihatkan BTC +0,46%, ETH +0,96%, Emas -0,55%, SPX -1,75%. Sumber: Binance Research Ketua The Fed Jerome Powell akan berpidato hari ini, data JOLTs akan rilis Selasa, dan data Nonfarm Payrolls pada Jumat akan menguji apakah pasar telah memperhitungkan kenaikan harga minyak. Musim buyback blackout yang memengaruhi 45% emiten S&P 500 hingga akhir April juga menghilangkan salah satu penopang utama bagi ekuitas.

Binance Research Baru Rilis 5 Sinyal yang Harus Diwaspadai Setiap Trader Kripto

Geopolitical and Macro Pulse edisi 30 Maret yang dirilis oleh Binance Research menyoroti lima peristiwa risiko yang saling terkait dan bisa membentuk kembali posisi aset kripto minggu ini, mulai dari eskalasi di Timur Tengah hingga keputusan SEC yang masih menggantung.

Laporan ini terbit ketika VIX naik 13,16%, S&P 500 turun 1,75%, dan Nasdaq jatuh 1,93% hanya dalam satu sesi perdagangan. Sementara itu, harga minyak Brent naik 1,19% dan Ethereum (ETH) menguat 0,96%.

Perang, Regulasi, dan Keputusan ETF yang Tertunda Terjadi Secara Bersamaan

USS Tripoli tiba di Timur Tengah pada 28 Maret dengan membawa 3.500 tentara, menurut U.S. CENTCOM.

Pemberontak Houthi di Yaman meluncurkan rudal balistik ke Israel pada hari yang sama, yang menandai keterlibatan resmi mereka dalam perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Peluang di Polymarket untuk gencatan senjata hingga akhir April hanya berada di 32%, sementara normalisasi Selat Hormuz tertinggal di angka 21%.

CLARITY Act memasuki tahap pembahasan tertutup di Senate Banking Committee. Draf terbarunya melarang imbal hasil pasif untuk stablecoin, aturan yang memicu reaksi tajam dari para penerbit stablecoin.

Circle kehilangan kapitalisasi pasar sebesar US$5,6 miliar hanya dalam satu sesi setelah rincian draf tersebut beredar. Meski begitu, sidang Tokenisasi pada 25 Maret menunjukkan dukungan bipartisan, dan pembahasan lebih lanjut pada akhir April pun masih mungkin terjadi.

SEC membiarkan tenggat waktu 27 Maret berlalu tanpa membuat keputusan final terhadap 91 pengajuan ETF kripto yang masih menunggu jawaban.

Analis Bloomberg tetap mempertahankan tingkat kemungkinan persetujuan yang tinggi untuk Ripple (XRP) dan Solana (SOL). Setiap persetujuan resmi atau perpanjangan waktu, meski bersifat moderat sekalipun, minggu ini layak untuk diperhatikan secara saksama.

Grafik kinerja aset 1D dari Binance Research memperlihatkan BTC +0,46%, ETH +0,96%, Emas -0,55%, SPX -1,75%. Sumber: Binance Research

Ketua The Fed Jerome Powell akan berpidato hari ini, data JOLTs akan rilis Selasa, dan data Nonfarm Payrolls pada Jumat akan menguji apakah pasar telah memperhitungkan kenaikan harga minyak.

Musim buyback blackout yang memengaruhi 45% emiten S&P 500 hingga akhir April juga menghilangkan salah satu penopang utama bagi ekuitas.
Goldman Sachs Soroti 2 Saham Kripto yang Layak Dibeli setelah Sektor Anjlok 46%Analis Goldman Sachs, James Yaro, menyampaikan kepada para klien bahwa saham terkait aset kripto terlihat menarik secara selektif setelah turun 46% dari puncaknya pada Oktober 2025. Catatan riset tersebut tetap memberikan rekomendasi Beli pada tiga nama. Robinhood Markets (HOOD), Figure Technologies (FIGR), dan Coinbase Global (COIN) masing-masing menawarkan potensi kenaikan yang berbeda. Valuasi Mendekati Level Terendah Dalam Sejarah Yaro menyoroti bahwa penurunan saat ini kurang lebih sama dengan rata-rata penurunan dari puncak ke dasar yang terjadi pada siklus aset kripto sebelumnya. Harga-harga memang terlihat volatil, tetapi mulai menstabilkan diri dalam beberapa minggu terakhir sehingga tekanan jual paksa sepertinya mulai berkurang. “Keseluruhan, kami melihat ada titik masuk yang makin menarik pada cakupan aset digital kami, meskipun secara selektif di antara kelompok ini,” tulis media TradFi melaporkan dengan mengutip Yaro. Dari ketiga saham pilihan itu, Goldman memangkas target harga HOOD menjadi US$91 dari sebelumnya US$102 dan menurunkan target harga COIN menjadi US$235 dari US$270. Namus, mereka justru menaikkan target harga FIGR menjadi US$42 dari sebelumnya US$39, yang mengisyaratkan sekitar 35% potensi kenaikan. HOOD ditutup di US$66,02 dan COIN di US$161,14 pada 28 Maret, keduanya tercatat turun tajam sepanjang tahun ini. Performa Harga COIN dan HOOD | Sumber: TradingView Langganan channel YouTube kami untuk menonton para pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan ahli Robinhood baru saja menyetujui pembelian kembali saham senilai US$1,5 miliar, sebagai tanda kepercayaan dari manajemen pada level harga saat ini. Figure Technologies, perusahaan pemberi pinjaman berbasis blockchain yang sudah menyalurkan lebih dari US$16 miliar pinjaman ekuitas rumah on-chain, terus memperluas pasar modalnya. Risiko Volume Masih Ada Goldman memperingatkan bahwa volume perdagangan mungkin masih akan turun sebelum pulih kembali. Yaro memperkirakan penurunan lebih dalam akan memangkas pendapatan tahun 2026 sebesar 2% dan laba sebesar 4% untuk perusahaan-perusahaan ini. Pada umumnya, volume terendah berlangsung sekitar tiga bulan sebelum terjadi pemulihan yang signifikan. Catatan tersebut menempatkan sektor ini sebagai oversold tetapi tetap mengandung risiko. Investor menghadapi peluang di mana harga kemungkinan sudah stabil, namun volume dan volatilitas bisa saja masih menunjukkan pergerakan tajam sebelum pemulihan yang berkelanjutan benar-benar terjadi.

Goldman Sachs Soroti 2 Saham Kripto yang Layak Dibeli setelah Sektor Anjlok 46%

Analis Goldman Sachs, James Yaro, menyampaikan kepada para klien bahwa saham terkait aset kripto terlihat menarik secara selektif setelah turun 46% dari puncaknya pada Oktober 2025.

Catatan riset tersebut tetap memberikan rekomendasi Beli pada tiga nama. Robinhood Markets (HOOD), Figure Technologies (FIGR), dan Coinbase Global (COIN) masing-masing menawarkan potensi kenaikan yang berbeda.

Valuasi Mendekati Level Terendah Dalam Sejarah

Yaro menyoroti bahwa penurunan saat ini kurang lebih sama dengan rata-rata penurunan dari puncak ke dasar yang terjadi pada siklus aset kripto sebelumnya. Harga-harga memang terlihat volatil, tetapi mulai menstabilkan diri dalam beberapa minggu terakhir sehingga tekanan jual paksa sepertinya mulai berkurang.

“Keseluruhan, kami melihat ada titik masuk yang makin menarik pada cakupan aset digital kami, meskipun secara selektif di antara kelompok ini,” tulis media TradFi melaporkan dengan mengutip Yaro.

Dari ketiga saham pilihan itu, Goldman memangkas target harga HOOD menjadi US$91 dari sebelumnya US$102 dan menurunkan target harga COIN menjadi US$235 dari US$270.

Namus, mereka justru menaikkan target harga FIGR menjadi US$42 dari sebelumnya US$39, yang mengisyaratkan sekitar 35% potensi kenaikan. HOOD ditutup di US$66,02 dan COIN di US$161,14 pada 28 Maret, keduanya tercatat turun tajam sepanjang tahun ini.

Performa Harga COIN dan HOOD | Sumber: TradingView

Langganan channel YouTube kami untuk menonton para pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan ahli

Robinhood baru saja menyetujui pembelian kembali saham senilai US$1,5 miliar, sebagai tanda kepercayaan dari manajemen pada level harga saat ini.

Figure Technologies, perusahaan pemberi pinjaman berbasis blockchain yang sudah menyalurkan lebih dari US$16 miliar pinjaman ekuitas rumah on-chain, terus memperluas pasar modalnya.

Risiko Volume Masih Ada

Goldman memperingatkan bahwa volume perdagangan mungkin masih akan turun sebelum pulih kembali. Yaro memperkirakan penurunan lebih dalam akan memangkas pendapatan tahun 2026 sebesar 2% dan laba sebesar 4% untuk perusahaan-perusahaan ini. Pada umumnya, volume terendah berlangsung sekitar tiga bulan sebelum terjadi pemulihan yang signifikan.

Catatan tersebut menempatkan sektor ini sebagai oversold tetapi tetap mengandung risiko. Investor menghadapi peluang di mana harga kemungkinan sudah stabil, namun volume dan volatilitas bisa saja masih menunjukkan pergerakan tajam sebelum pemulihan yang berkelanjutan benar-benar terjadi.
Prediction Markets Capai Tonggak Baru di Maret meskipun Pengawasan Regulasi Semakin KetatTransaksi prediction market melampaui 192 juta pada Maret 2026. Ini menjadi rekor tertinggi sepanjang masa karena volume dan pertumbuhan pengguna terus meningkat dari tahun ke tahun. Data yang dilacak oleh Dune menunjukkan bahwa sektor ini telah berubah dari kasus penggunaan yang sempit menjadi pasar keuangan bernilai miliaran dolar. Transaksi Prediction Market Per Bulan | Sumber: Dune Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung Jumlah pengguna bulanan meningkat ke rekor baru sebanyak 865.411, naik sekitar 118% dari 396.642 pada Maret 2025. Volume trading notional bulanan untuk prediction market mencapai sekitar US$23,89 miliar sejauh ini pada bulan Maret, naik sekitar 1.107% jika dibandingkan tahun lalu. Meski begitu, angka ini masih sekitar 10,7% lebih rendah dari rekor tertinggi pada Januari lalu sebesar US$26,7 miliar. Analisis eksklusif BeInCrypto mengungkapkan bahwa kategori olahraga, aset kripto, dan politik mendominasi volume mingguan pada Polymarket. Di Kalshi, kategori eksotik melampaui politik pada akhir Februari dan berhasil masuk ke tiga besar kategori teratas berdasarkan volume mingguan menurut data Dune. Data perilaku juga menunjukkan adanya perubahan struktural. Di Polymarket, lebih dari 57% pengguna hanya memperdagangkan di bawah US$100 per posisi. Rata-rata partisipan aktif melakukan sekitar 25 transaksi per hari. Frekuensi tersebut mirip dengan pola trading saham ritel, bukan seperti taruhan konvensional. Langganan saluran YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan ahli Meski pertumbuhannya pesat, prediction market kini menghadapi pengawasan regulasi yang semakin ketat. Para legislator telah mengusulkan beberapa RUU selama bulan Maret, mulai dari membatasi insider trading hingga melarang kontrak terkait perang.

Prediction Markets Capai Tonggak Baru di Maret meskipun Pengawasan Regulasi Semakin Ketat

Transaksi prediction market melampaui 192 juta pada Maret 2026. Ini menjadi rekor tertinggi sepanjang masa karena volume dan pertumbuhan pengguna terus meningkat dari tahun ke tahun.

Data yang dilacak oleh Dune menunjukkan bahwa sektor ini telah berubah dari kasus penggunaan yang sempit menjadi pasar keuangan bernilai miliaran dolar.

Transaksi Prediction Market Per Bulan | Sumber: Dune

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

Jumlah pengguna bulanan meningkat ke rekor baru sebanyak 865.411, naik sekitar 118% dari 396.642 pada Maret 2025.

Volume trading notional bulanan untuk prediction market mencapai sekitar US$23,89 miliar sejauh ini pada bulan Maret, naik sekitar 1.107% jika dibandingkan tahun lalu. Meski begitu, angka ini masih sekitar 10,7% lebih rendah dari rekor tertinggi pada Januari lalu sebesar US$26,7 miliar.

Analisis eksklusif BeInCrypto mengungkapkan bahwa kategori olahraga, aset kripto, dan politik mendominasi volume mingguan pada Polymarket. Di Kalshi, kategori eksotik melampaui politik pada akhir Februari dan berhasil masuk ke tiga besar kategori teratas berdasarkan volume mingguan menurut data Dune.

Data perilaku juga menunjukkan adanya perubahan struktural. Di Polymarket, lebih dari 57% pengguna hanya memperdagangkan di bawah US$100 per posisi.

Rata-rata partisipan aktif melakukan sekitar 25 transaksi per hari. Frekuensi tersebut mirip dengan pola trading saham ritel, bukan seperti taruhan konvensional.

Langganan saluran YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan ahli

Meski pertumbuhannya pesat, prediction market kini menghadapi pengawasan regulasi yang semakin ketat. Para legislator telah mengusulkan beberapa RUU selama bulan Maret, mulai dari membatasi insider trading hingga melarang kontrak terkait perang.
Permintaan Bittensor (TAO) Nampak Nyata dan Berisiko pada Saat yang Sama: Ini AlasannyaBittensor (TAO), token jaringan AI terdesentralisasi, telah melakukan pemulihan dramatis dari titik terendah bulan Februari, dan data on-chain menunjukan reli ini mungkin benar-benar memiliki dasar yang kuat. Data CryptoQuant yang melacak Spot Taker Cumulative Volume Delta (CVD) 90 hari, sebuah metrik yang mengukur keseimbangan antara pembeli dan penjual agresif di exchange spot, memperlihatkan perubahan berkelanjutan menuju dominasi sisi beli sejak harga dasar di US$154. Ikuti kami di X untuk memperoleh kabar terbaru secara langsung Grafik tersebut memperlihatkan bar hijau yang konsisten selama berminggu-minggu menggantikan bar merah dominan jual selama beberapa bulan, menandakan pembeli spot sungguhan terus menyerap suplai secara bertahap. Saat ini, token tersebut diperdagangkan sekitar US$330. Harganya melonjak lebih dari 20% hanya dalam seminggu terakhir, dan kapitalisasi pasarnya sudah pulih kembali ke kisaran sekitar US$3,17 miliar. Performa Harga Bittensor (TAO) | Sumber: BeInCrypto Markets Ekosistem Bittensor secara keseluruhan juga mendapat dampak positif. Berdasarkan data dari CoinGecko, total kapitalisasi pasar token subnet melonjak menjadi US$1,4 miliar. Hampir semua token di jaringan ini mencatatkan kenaikan dua digit selama 30 hari terakhir. Sementara itu, persentase TAO yang di-stake ke subnet dibandingkan dengan total TAO yang di-stake telah melampaui 33%, mencerminkan kepercayaan yang semakin besar pada ekonomi subnet. TAO yang Distake ke Subnet | Sumber: Artemis Di tengah sentimen yang bullish, analis CryptoQuant, Maartunn, menerangkan bahwa seluruh segmen aktivitas trading Bittensor, termasuk volume spot, volume futures, dan partisipasi ritel, kini sedang memanas secara bersamaan. “Saat semuanya memanas secara bersamaan… risikonya meningkat,” tulis Maartunn . Pernyataan tersebut memang tidak otomatis memprediksi adanya pembalikan tren dalam waktu dekat. meski begitu, hal ini mengisyaratkan reli yang sedang berlangsung telah berada di zona di mana risiko penurunan harga meningkat.

Permintaan Bittensor (TAO) Nampak Nyata dan Berisiko pada Saat yang Sama: Ini Alasannya

Bittensor (TAO), token jaringan AI terdesentralisasi, telah melakukan pemulihan dramatis dari titik terendah bulan Februari, dan data on-chain menunjukan reli ini mungkin benar-benar memiliki dasar yang kuat.

Data CryptoQuant yang melacak Spot Taker Cumulative Volume Delta (CVD) 90 hari, sebuah metrik yang mengukur keseimbangan antara pembeli dan penjual agresif di exchange spot, memperlihatkan perubahan berkelanjutan menuju dominasi sisi beli sejak harga dasar di US$154.

Ikuti kami di X untuk memperoleh kabar terbaru secara langsung

Grafik tersebut memperlihatkan bar hijau yang konsisten selama berminggu-minggu menggantikan bar merah dominan jual selama beberapa bulan, menandakan pembeli spot sungguhan terus menyerap suplai secara bertahap.

Saat ini, token tersebut diperdagangkan sekitar US$330. Harganya melonjak lebih dari 20% hanya dalam seminggu terakhir, dan kapitalisasi pasarnya sudah pulih kembali ke kisaran sekitar US$3,17 miliar.

Performa Harga Bittensor (TAO) | Sumber: BeInCrypto Markets

Ekosistem Bittensor secara keseluruhan juga mendapat dampak positif. Berdasarkan data dari CoinGecko, total kapitalisasi pasar token subnet melonjak menjadi US$1,4 miliar. Hampir semua token di jaringan ini mencatatkan kenaikan dua digit selama 30 hari terakhir.

Sementara itu, persentase TAO yang di-stake ke subnet dibandingkan dengan total TAO yang di-stake telah melampaui 33%, mencerminkan kepercayaan yang semakin besar pada ekonomi subnet.

TAO yang Distake ke Subnet | Sumber: Artemis

Di tengah sentimen yang bullish, analis CryptoQuant, Maartunn, menerangkan bahwa seluruh segmen aktivitas trading Bittensor, termasuk volume spot, volume futures, dan partisipasi ritel, kini sedang memanas secara bersamaan.

“Saat semuanya memanas secara bersamaan… risikonya meningkat,” tulis Maartunn .

Pernyataan tersebut memang tidak otomatis memprediksi adanya pembalikan tren dalam waktu dekat. meski begitu, hal ini mengisyaratkan reli yang sedang berlangsung telah berada di zona di mana risiko penurunan harga meningkat.
US$2,4 Miliar Stablecoin Masuk ke Binance, tapi Trader Masih di Pinggir LapanganArus bersih stablecoin di Binance kini berbalik positif, menandakan perubahan besar dalam likuiditas pasar. Analis Darkfost menyampaikan bahwa exchange yang selalu memimpin volume perdagangan aset kripto global ini, telah berubah dari mencatat arus keluar stablecoin, kini menjadi arus masuk sebesar US$2,4 miliar. Pembalikan ini terjadi setelah periode penarikan besar sebelumnya, seperti US$3,4 miliar pada 11 Desember dan US$6,7 miliar pada 15 Februari. Arus Bersih Stablecoin ke Binance | Sumber: X/Darkfost Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung Likuiditas Sudah Kembali di Binance, namun Di Mana Para Trader? Stablecoin secara luas dianggap sebagai modal siap pakai di ekosistem kripto, dan arus masuk ke exchange biasanya menandakan bahwa trader sedang bersiap mengambil posisi. Namun, aktivitas perdagangan spot sebenarnya menunjukkan cerita yang sangat berbeda. Perusahaan riset 10x Research menyoroti bahwa volume perdagangan spot di Binance menurun drastis sejak awal 2025, dari US$81 miliar menjadi hanya US$3,5 miliar. Hal ini menciptakan ketidaksesuaian yang nyata. Investor memindahkan stablecoin ke exchange, tapi mereka belum mengubah modal itu jadi posisi. Jadi, likuiditas memang bertambah, namun selera risiko belum mengikuti. “Dukungan likuiditas mulai memudar, dan saat profil gamma baru terbentuk, pergerakan menembus level kunci bisa memperbesar volatilitas serta memicu reaksi harga ekstrem. Ini bukan pasar untuk bersikap santai; aktivitas likuidasi yang rendah dan volume yang lemah justru menutupi rapuhnya pasar ini,” tulis para analis tersebut. Volume Spot Kripto Binance | Sumber: X/10x Research Pendapat ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran ekonomi makro soal potensi resesi. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang masih berlanjut telah membuat pasar cemas, membuat harga minyak melonjak tajam sembari menekan saham-saham. “Pasar kripto juga ikut terdampak, meski dalam beberapa minggu terakhir tetap menunjukkan ketahanan yang relatif,” ujar Darkfost. Jadi, perubahan dari arus keluar besar ke arus masuk baru menunjukkan bahwa modal mulai kembali ke pasar. Namun, sampai aktivitas perdagangan meningkat, data menunjukkan pasar masih lebih banyak didominasi sikap hati-hati daripada keyakinan. Langganan channel YouTube kami untuk menyimak wawasan para pemimpin dan jurnalis ahli

US$2,4 Miliar Stablecoin Masuk ke Binance, tapi Trader Masih di Pinggir Lapangan

Arus bersih stablecoin di Binance kini berbalik positif, menandakan perubahan besar dalam likuiditas pasar.

Analis Darkfost menyampaikan bahwa exchange yang selalu memimpin volume perdagangan aset kripto global ini, telah berubah dari mencatat arus keluar stablecoin, kini menjadi arus masuk sebesar US$2,4 miliar.

Pembalikan ini terjadi setelah periode penarikan besar sebelumnya, seperti US$3,4 miliar pada 11 Desember dan US$6,7 miliar pada 15 Februari.

Arus Bersih Stablecoin ke Binance | Sumber: X/Darkfost

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

Likuiditas Sudah Kembali di Binance, namun Di Mana Para Trader?

Stablecoin secara luas dianggap sebagai modal siap pakai di ekosistem kripto, dan arus masuk ke exchange biasanya menandakan bahwa trader sedang bersiap mengambil posisi. Namun, aktivitas perdagangan spot sebenarnya menunjukkan cerita yang sangat berbeda.

Perusahaan riset 10x Research menyoroti bahwa volume perdagangan spot di Binance menurun drastis sejak awal 2025, dari US$81 miliar menjadi hanya US$3,5 miliar.

Hal ini menciptakan ketidaksesuaian yang nyata. Investor memindahkan stablecoin ke exchange, tapi mereka belum mengubah modal itu jadi posisi. Jadi, likuiditas memang bertambah, namun selera risiko belum mengikuti.

“Dukungan likuiditas mulai memudar, dan saat profil gamma baru terbentuk, pergerakan menembus level kunci bisa memperbesar volatilitas serta memicu reaksi harga ekstrem. Ini bukan pasar untuk bersikap santai; aktivitas likuidasi yang rendah dan volume yang lemah justru menutupi rapuhnya pasar ini,” tulis para analis tersebut.

Volume Spot Kripto Binance | Sumber: X/10x Research

Pendapat ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran ekonomi makro soal potensi resesi. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang masih berlanjut telah membuat pasar cemas, membuat harga minyak melonjak tajam sembari menekan saham-saham.

“Pasar kripto juga ikut terdampak, meski dalam beberapa minggu terakhir tetap menunjukkan ketahanan yang relatif,” ujar Darkfost.

Jadi, perubahan dari arus keluar besar ke arus masuk baru menunjukkan bahwa modal mulai kembali ke pasar. Namun, sampai aktivitas perdagangan meningkat, data menunjukkan pasar masih lebih banyak didominasi sikap hati-hati daripada keyakinan.

Langganan channel YouTube kami untuk menyimak wawasan para pemimpin dan jurnalis ahli
Pidato Jerome Powell di Antara 6 Faktor Ekonomi Makro yang Akan Pengaruhi Bitcoin sebelum Good Fr...Bitcoin (BTC) Memasuki Pekan Terakhir Maret Dekat US$67.400, Menghadapi Rangkaian Rilis Data Ekonomi AS yang Padat dan Bisa Menentukan Apakah Aset Kripto Perdana Ini Berhasil Breakout dari Konsolidasi Dua Bulan atau Makin Turun ke Area Bearish. Enam laporan ini mencakup permintaan tenaga kerja, kesehatan konsumen, dan panduan dari The Fed. Semua menentukan ekspektasi pemangkasan suku bunga yang kini menjadi penggerak utama ekonomi makro untuk pasar aset kripto di 2026. Powell Menetapkan Arah saat Bitcoin Konsolidasi Ketua The Fed Jerome Powell akan berbicara pada Senin pukul 10:30 pagi waktu ET, dalam acara yang pasar anggap sangat berdampak. Belum ada topik khusus yang diumumkan sebelumnya, namun para trader akan memperhatikan tiap kalimat untuk mendapatkan petunjuk apakah The Fed melihat kemungkinan pemangkasan suku bunga tahun ini. Latar belakangnya cukup tegang. The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% pada rapat tanggal 17-18 Maret, sementara dot plot yang diperbarui hanya memproyeksikan satu kali pemangkasan suku bunga di 2026. Powell mengakui bahwa kemajuan dalam menekan inflasi berjalan lebih lambat dari yang diharapkan, dan ia menyoroti harga jasa yang masih tinggi sebagai masalah yang belum tuntas. Jika Powell berbicara dengan nada dovish, terutama kalau menyinggung pasar tenaga kerja sudah cukup melunak sehingga bisa memberi alasan untuk pelonggaran lebih awal, maka reli pelonggaran bisa saja terjadi. Nada hawkish kemungkinan akan memperkuat dolar AS dan mendorong yield obligasi Treasury naik lebih tinggi, sehingga mengurangi selera risiko di pasar aset kripto. Performa Harga Bitcoin. Sumber: BeInCrypto Sepanjang Maret, Bitcoin bergerak di kisaran US$65.000 hingga US$76.000 setelah sempat terkoreksi tajam dari rekor tertinggi sepanjang masa di US$126.000 yang tercapai di akhir 2025. ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk sebesar US$1,47 miliar selama tujuh hari berturut-turut di awal Maret, tapi arus keluar kembali terjadi setelah pertemuan FOMC. Alat CME FedWatch sekarang menunjukkan peluang sebesar 96% tidak ada perubahan suku bunga pada rapat bulan April, sementara peluang kenaikan suku bunga ikut naik. Peluang Pemangkasan Suku Bunga oleh The Fed. Sumber: CME FedWatch Tool Posisi tersebut membuat Bitcoin jadi sangat sensitif terhadap setiap perubahan retorika dari The Fed pada Senin pagi. Ujian Rilis Ganda Selasa Uji Permintaan Tenaga Kerja dan Kepercayaan Konsumen Dua laporan akan dirilis bersamaan pada Selasa pukul 10:00 pagi waktu ET. JOLTS Job Openings Data JOLTS Job Openings bulan Februari bakal menunjukkan apakah permintaan tenaga kerja masih melanjutkan penurunan selama beberapa bulan terakhir. Konsensus memperkirakan akan ada sekitar 7 juta lowongan pekerjaan, sedikit di atas angka Januari yang sebesar 6,95 juta. Kalender Ekonomi AS Pekan Ini. Sumber: MarketWatch Data JOLTS penting untuk Bitcoin karena jadi salah satu tolok ukur favorit The Fed untuk ketatnya pasar tenaga kerja. Jika lowongan turun, berarti pelaku usaha mulai menahan perekrutan pegawai, sehingga tekanan upah berkurang dan argumen penurunan suku bunga makin kuat. Angka di bawah 7 juta akan memperkuat tren pelunakan pasar tenaga kerja yang mulai terjadi sejak pertengahan 2025 dan bisa mendorong ekspektasi penurunan suku bunga, yang historisnya mendukung pergerakan harga BTC. Consumer Confidence Indeks Consumer Confidence Maret dari Conference Board juga akan dirilis bersamaan dengan JOLTS. Prediksi ada di angka sekitar 88,0, turun dari 91,2 sebelumnya. Pengeluaran konsumen menyumbang sekitar 70% dari PDB AS dan jika kepercayaan diri jatuh tajam, ini biasanya menandakan minat belanja masyarakat menurun. Bagi pasar aset kripto, angka kepercayaan konsumen yang lebih lemah dari perkiraan ditambah data JOLTS yang juga lembek akan memperkuat narasi dovish menjelang Rabu. Kombinasi dua data ini di masa lalu terbukti mendukung aset berisiko karena memajukan ekspektasi penurunan suku bunga. Gladi Bersama di Hari Rabu untuk Laporan Ketenagakerjaan Dua data yang akan keluar pada hari Rabu akan menjadi gambaran awal sebelum data utama hari Jumat. ADP Nonfarm Employment report Laporan ADP Nonfarm Employment bulan Maret akan keluar pukul 8:15 pagi waktu ET, konsensus memperkirakan sekitar 63.000 tambahan pekerjaan sektor swasta. Data ADP memang kerap berbeda dari angka resmi Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) dalam beberapa bulan terakhir, namun jika ada kejutan besar, pasar tetap akan bereaksi signifikan. Laporan Penjualan Ritel Pada pukul 08.30 pagi ET, laporan penjualan ritel bulan Februari yang tertunda akan dirilis. Konsensus memperkirakan kenaikan 0,4% dari bulan sebelumnya, setelah penurunan 0,2% di Januari. Ini adalah data paling langsung untuk melihat pengeluaran konsumen dan akan menunjukkan apakah rumah tangga masih punya daya beli meskipun harga minyak naik dan sentimen mulai melemah. Jika hasil ADP dan penjualan ritel keduanya meleset, kekhawatiran resesi akan semakin besar dan kemungkinan mendorong Bitcoin ke kisaran US$68.000–US$70.000 karena harapan pemangkasan suku bunga muncul kembali. Jika kedua data mengungguli ekspektasi, maka narasi “ekonomi yang tangguh” akan menguat, bisa mendorong imbal hasil Treasury dan dolar AS naik, sedangkan BTC akan tertekan. Kondisi ini bisa berdampak dua arah bagi Bitcoin. Data yang lemah mendukung kebijakan moneter yang lebih longgar, yang membuat ekspektasi likuiditas meningkat. Tapi kalau kelemahan itu berubah menjadi ketakutan resesi yang nyata, penjualan aset berisiko bisa menyeret aset kripto turun bersama saham. Laporan Pekerjaan Maret Tiba di Pasar yang Tutup Laporan Employment Situation dari BLS yang jatuh pada hari Jumat menjadi sorotan utama minggu ini. Laporan ini akan dirilis pukul 08.30 pagi ET pada hari Jumat. Laporan ini hadir di tengah libur Good Friday, sehingga terjadi situasi unik di mana pasar berjangka bisa bereaksi tapi perdagangan saham tunai kemungkinan baru dibuka lagi Senin. Konsensus FactSet memperkirakan tambahan +45.000 payroll nonpertanian (NFP), sedikit pulih setelah kejutan -92.000 di bulan Februari. Tingkat pengangguran diperkirakan naik ke 4,5% dari 4,4%, sementara rata-rata upah per jam diproyeksikan tumbuh 0,3% secara bulanan dan 3,8% secara tahunan. Laporan Februari adalah yang terlemah sejak Desember 2020. Sektor kesehatan kehilangan 28.000 pekerjaan akibat aksi mogok kerja yang berlanjut, payroll pemerintah federal turun 10.000, dan data bulan-bulan sebelumnya direvisi menurun cukup drastis. Data tersebut membuat pasar saham dan kripto terguncang, BTC sempat turun ke kisaran US$70.000 sebelum stabil lagi. Jika terjadi rebound ke kisaran +50.000–60.000, itu akan dianggap sebagai stabilisasi, bukan pemulihan, mengingat rata-rata bulanan sebelum tarif sekitar 180.000 pekerjaan. Hasil seperti itu kemungkinan membuat ekspektasi suku bunga tetap sama dan Bitcoin bergerak sideways. Risiko utama justru ada di kondisi ekstrem. Jika angkanya negatif atau terjadi kehilangan pekerjaan lagi selama sebulan, hal itu akan memperkuat spekulasi resesi dan bisa menekan BTC ke kisaran US$62.000–US$63.000 walaupun ada angin penurunan suku bunga. Kalau pertumbuhan payroll melampaui +100.000, apalagi disertai kenaikan upah, kekhawatiran “suku bunga tinggi lebih lama” akan muncul dan menekan kripto bersama dolar AS yang menguat.

Pidato Jerome Powell di Antara 6 Faktor Ekonomi Makro yang Akan Pengaruhi Bitcoin sebelum Good Fr...

Bitcoin (BTC) Memasuki Pekan Terakhir Maret Dekat US$67.400, Menghadapi Rangkaian Rilis Data Ekonomi AS yang Padat dan Bisa Menentukan Apakah Aset Kripto Perdana Ini Berhasil Breakout dari Konsolidasi Dua Bulan atau Makin Turun ke Area Bearish.

Enam laporan ini mencakup permintaan tenaga kerja, kesehatan konsumen, dan panduan dari The Fed. Semua menentukan ekspektasi pemangkasan suku bunga yang kini menjadi penggerak utama ekonomi makro untuk pasar aset kripto di 2026.

Powell Menetapkan Arah saat Bitcoin Konsolidasi

Ketua The Fed Jerome Powell akan berbicara pada Senin pukul 10:30 pagi waktu ET, dalam acara yang pasar anggap sangat berdampak.

Belum ada topik khusus yang diumumkan sebelumnya, namun para trader akan memperhatikan tiap kalimat untuk mendapatkan petunjuk apakah The Fed melihat kemungkinan pemangkasan suku bunga tahun ini.

Latar belakangnya cukup tegang. The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% pada rapat tanggal 17-18 Maret, sementara dot plot yang diperbarui hanya memproyeksikan satu kali pemangkasan suku bunga di 2026.

Powell mengakui bahwa kemajuan dalam menekan inflasi berjalan lebih lambat dari yang diharapkan, dan ia menyoroti harga jasa yang masih tinggi sebagai masalah yang belum tuntas.

Jika Powell berbicara dengan nada dovish, terutama kalau menyinggung pasar tenaga kerja sudah cukup melunak sehingga bisa memberi alasan untuk pelonggaran lebih awal, maka reli pelonggaran bisa saja terjadi.

Nada hawkish kemungkinan akan memperkuat dolar AS dan mendorong yield obligasi Treasury naik lebih tinggi, sehingga mengurangi selera risiko di pasar aset kripto.

Performa Harga Bitcoin. Sumber: BeInCrypto

Sepanjang Maret, Bitcoin bergerak di kisaran US$65.000 hingga US$76.000 setelah sempat terkoreksi tajam dari rekor tertinggi sepanjang masa di US$126.000 yang tercapai di akhir 2025.

ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk sebesar US$1,47 miliar selama tujuh hari berturut-turut di awal Maret, tapi arus keluar kembali terjadi setelah pertemuan FOMC.

Alat CME FedWatch sekarang menunjukkan peluang sebesar 96% tidak ada perubahan suku bunga pada rapat bulan April, sementara peluang kenaikan suku bunga ikut naik.

Peluang Pemangkasan Suku Bunga oleh The Fed. Sumber: CME FedWatch Tool

Posisi tersebut membuat Bitcoin jadi sangat sensitif terhadap setiap perubahan retorika dari The Fed pada Senin pagi.

Ujian Rilis Ganda Selasa Uji Permintaan Tenaga Kerja dan Kepercayaan Konsumen

Dua laporan akan dirilis bersamaan pada Selasa pukul 10:00 pagi waktu ET.

JOLTS Job Openings

Data JOLTS Job Openings bulan Februari bakal menunjukkan apakah permintaan tenaga kerja masih melanjutkan penurunan selama beberapa bulan terakhir. Konsensus memperkirakan akan ada sekitar 7 juta lowongan pekerjaan, sedikit di atas angka Januari yang sebesar 6,95 juta.

Kalender Ekonomi AS Pekan Ini. Sumber: MarketWatch

Data JOLTS penting untuk Bitcoin karena jadi salah satu tolok ukur favorit The Fed untuk ketatnya pasar tenaga kerja. Jika lowongan turun, berarti pelaku usaha mulai menahan perekrutan pegawai, sehingga tekanan upah berkurang dan argumen penurunan suku bunga makin kuat.

Angka di bawah 7 juta akan memperkuat tren pelunakan pasar tenaga kerja yang mulai terjadi sejak pertengahan 2025 dan bisa mendorong ekspektasi penurunan suku bunga, yang historisnya mendukung pergerakan harga BTC.

Consumer Confidence

Indeks Consumer Confidence Maret dari Conference Board juga akan dirilis bersamaan dengan JOLTS. Prediksi ada di angka sekitar 88,0, turun dari 91,2 sebelumnya.

Pengeluaran konsumen menyumbang sekitar 70% dari PDB AS dan jika kepercayaan diri jatuh tajam, ini biasanya menandakan minat belanja masyarakat menurun.

Bagi pasar aset kripto, angka kepercayaan konsumen yang lebih lemah dari perkiraan ditambah data JOLTS yang juga lembek akan memperkuat narasi dovish menjelang Rabu. Kombinasi dua data ini di masa lalu terbukti mendukung aset berisiko karena memajukan ekspektasi penurunan suku bunga.

Gladi Bersama di Hari Rabu untuk Laporan Ketenagakerjaan

Dua data yang akan keluar pada hari Rabu akan menjadi gambaran awal sebelum data utama hari Jumat.

ADP Nonfarm Employment report

Laporan ADP Nonfarm Employment bulan Maret akan keluar pukul 8:15 pagi waktu ET, konsensus memperkirakan sekitar 63.000 tambahan pekerjaan sektor swasta.

Data ADP memang kerap berbeda dari angka resmi Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) dalam beberapa bulan terakhir, namun jika ada kejutan besar, pasar tetap akan bereaksi signifikan.

Laporan Penjualan Ritel

Pada pukul 08.30 pagi ET, laporan penjualan ritel bulan Februari yang tertunda akan dirilis. Konsensus memperkirakan kenaikan 0,4% dari bulan sebelumnya, setelah penurunan 0,2% di Januari.

Ini adalah data paling langsung untuk melihat pengeluaran konsumen dan akan menunjukkan apakah rumah tangga masih punya daya beli meskipun harga minyak naik dan sentimen mulai melemah.

Jika hasil ADP dan penjualan ritel keduanya meleset, kekhawatiran resesi akan semakin besar dan kemungkinan mendorong Bitcoin ke kisaran US$68.000–US$70.000 karena harapan pemangkasan suku bunga muncul kembali.

Jika kedua data mengungguli ekspektasi, maka narasi “ekonomi yang tangguh” akan menguat, bisa mendorong imbal hasil Treasury dan dolar AS naik, sedangkan BTC akan tertekan.

Kondisi ini bisa berdampak dua arah bagi Bitcoin. Data yang lemah mendukung kebijakan moneter yang lebih longgar, yang membuat ekspektasi likuiditas meningkat. Tapi kalau kelemahan itu berubah menjadi ketakutan resesi yang nyata, penjualan aset berisiko bisa menyeret aset kripto turun bersama saham.

Laporan Pekerjaan Maret Tiba di Pasar yang Tutup

Laporan Employment Situation dari BLS yang jatuh pada hari Jumat menjadi sorotan utama minggu ini. Laporan ini akan dirilis pukul 08.30 pagi ET pada hari Jumat.

Laporan ini hadir di tengah libur Good Friday, sehingga terjadi situasi unik di mana pasar berjangka bisa bereaksi tapi perdagangan saham tunai kemungkinan baru dibuka lagi Senin.

Konsensus FactSet memperkirakan tambahan +45.000 payroll nonpertanian (NFP), sedikit pulih setelah kejutan -92.000 di bulan Februari.

Tingkat pengangguran diperkirakan naik ke 4,5% dari 4,4%, sementara rata-rata upah per jam diproyeksikan tumbuh 0,3% secara bulanan dan 3,8% secara tahunan.

Laporan Februari adalah yang terlemah sejak Desember 2020. Sektor kesehatan kehilangan 28.000 pekerjaan akibat aksi mogok kerja yang berlanjut, payroll pemerintah federal turun 10.000, dan data bulan-bulan sebelumnya direvisi menurun cukup drastis. Data tersebut membuat pasar saham dan kripto terguncang, BTC sempat turun ke kisaran US$70.000 sebelum stabil lagi.

Jika terjadi rebound ke kisaran +50.000–60.000, itu akan dianggap sebagai stabilisasi, bukan pemulihan, mengingat rata-rata bulanan sebelum tarif sekitar 180.000 pekerjaan. Hasil seperti itu kemungkinan membuat ekspektasi suku bunga tetap sama dan Bitcoin bergerak sideways.

Risiko utama justru ada di kondisi ekstrem. Jika angkanya negatif atau terjadi kehilangan pekerjaan lagi selama sebulan, hal itu akan memperkuat spekulasi resesi dan bisa menekan BTC ke kisaran US$62.000–US$63.000 walaupun ada angin penurunan suku bunga.

Kalau pertumbuhan payroll melampaui +100.000, apalagi disertai kenaikan upah, kekhawatiran “suku bunga tinggi lebih lama” akan muncul dan menekan kripto bersama dolar AS yang menguat.
Minyak Naik 3% untuk Membuka Pekan: Ini yang Menggerakkan Pasar pada SeninHarga minyak melonjak lebih dari 3% pada hari Senin, sehingga harga Brent crude menembus US$116 per barel. West Texas Intermediate (WTI), patokan AS, naik hingga sekitar US$102 per barel. Kenaikan terbaru ini terjadi di tengah perang AS-Israel melawan Iran yang sudah memasuki minggu kelima tanpa tanda-tanda mereda. Reli Minyak Berlanjut karena Didukung Perang Beberapa perkembangan eskalasi selama akhir pekan lalu mendorong kenaikan tajam ini. Presiden Donald Trump mengatakan kepada Financial Times bahwa dia mungkin akan mengambil alih Pulau Kharg, terminal ekspor yang menangani sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran. Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung Presiden AS bersikap ambigu dalam diplomasi dengan Iran, menyatakan bahwa dia “cukup yakin” bisa membuat kesepakatan dengan Iran, tapi sekaligus mengakui bahwa perundingan bisa saja gagal. Sementara itu, Ketua Parlemen Iran memperingatkan bahwa Teheran akan “membakar mereka” saat pasukan Amerika datang dan berjanji akan memberikan konsekuensi untuk negara-negara sekutu AS di kawasan tersebut. Kenaikan harga minyak masih jauh dari selesai, menurut analis pasar yang memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan bisa mendorong harga minyak mentah naik lebih tinggi. “Jika Selat tetap tertutup selama satu bulan lagi, harga minyak dapat naik ke arah US$150 per barel dengan pembatasan pada konsumen industri terhadap pasokan energi,” terang Bruce Kasman, kepala ekonomi global JPMorgan, mengutip. Menurut Bloomberg, pejabat AS dan analis Wall Street juga mulai membahas kemungkinan harga minyak mentah bisa mencapai US$200 per barel. Berlangganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli Saham Asia Turun, Aset Kripto Merasa Tekanan Guncangan energi ini merambat hingga ke Asia. Data Google Finance menunjukkan bahwa indeks Nikkei 225 Jepang turun lebih dari 4,5%, sementara KOSPI Korea Selatan merosot lebih dari 4,3% karena ekonomi yang sangat bergantung pada impor mengatur ulang risiko. Volatilitas ini juga menyebar ke pasar aset kripto, di mana harga sempat turun di pagi hari lalu kembali rebound. “Pasar sempat anjlok barusan — ETH turun di bawah US$1.940 dan BTC jatuh di bawah US$65.000,” ucap Lookonchain melaporkan. Harga minyak di atas US$100 per barel tetap menekan aset berisiko karena memicu ekspektasi inflasi dan menunda pemangkasan suku bunga The Fed yang selama ini sudah diantisipasi.

Minyak Naik 3% untuk Membuka Pekan: Ini yang Menggerakkan Pasar pada Senin

Harga minyak melonjak lebih dari 3% pada hari Senin, sehingga harga Brent crude menembus US$116 per barel. West Texas Intermediate (WTI), patokan AS, naik hingga sekitar US$102 per barel.

Kenaikan terbaru ini terjadi di tengah perang AS-Israel melawan Iran yang sudah memasuki minggu kelima tanpa tanda-tanda mereda.

Reli Minyak Berlanjut karena Didukung Perang

Beberapa perkembangan eskalasi selama akhir pekan lalu mendorong kenaikan tajam ini. Presiden Donald Trump mengatakan kepada Financial Times bahwa dia mungkin akan mengambil alih Pulau Kharg, terminal ekspor yang menangani sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

Presiden AS bersikap ambigu dalam diplomasi dengan Iran, menyatakan bahwa dia “cukup yakin” bisa membuat kesepakatan dengan Iran, tapi sekaligus mengakui bahwa perundingan bisa saja gagal.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran memperingatkan bahwa Teheran akan “membakar mereka” saat pasukan Amerika datang dan berjanji akan memberikan konsekuensi untuk negara-negara sekutu AS di kawasan tersebut.

Kenaikan harga minyak masih jauh dari selesai, menurut analis pasar yang memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan bisa mendorong harga minyak mentah naik lebih tinggi.

“Jika Selat tetap tertutup selama satu bulan lagi, harga minyak dapat naik ke arah US$150 per barel dengan pembatasan pada konsumen industri terhadap pasokan energi,” terang Bruce Kasman, kepala ekonomi global JPMorgan, mengutip.

Menurut Bloomberg, pejabat AS dan analis Wall Street juga mulai membahas kemungkinan harga minyak mentah bisa mencapai US$200 per barel.

Berlangganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli

Saham Asia Turun, Aset Kripto Merasa Tekanan

Guncangan energi ini merambat hingga ke Asia. Data Google Finance menunjukkan bahwa indeks Nikkei 225 Jepang turun lebih dari 4,5%, sementara KOSPI Korea Selatan merosot lebih dari 4,3% karena ekonomi yang sangat bergantung pada impor mengatur ulang risiko.

Volatilitas ini juga menyebar ke pasar aset kripto, di mana harga sempat turun di pagi hari lalu kembali rebound.

“Pasar sempat anjlok barusan — ETH turun di bawah US$1.940 dan BTC jatuh di bawah US$65.000,” ucap Lookonchain melaporkan.

Harga minyak di atas US$100 per barel tetap menekan aset berisiko karena memicu ekspektasi inflasi dan menunda pemangkasan suku bunga The Fed yang selama ini sudah diantisipasi.
Masuk untuk menjelajahi konten lainnya
Jelajahi berita kripto terbaru
⚡️ Ikuti diskusi terbaru di kripto
💬 Berinteraksilah dengan kreator favorit Anda
👍 Nikmati konten yang menarik minat Anda
Email/Nomor Ponsel
Sitemap
Preferensi Cookie
S&K Platform