🇺🇸🇨🇳 Trump dan Xi Menandatangani Kesepakatan Perdagangan Bersejarah — Meredakan Ketegangan dan Meningkatkan Petani AS
Dalam terobosan diplomatik yang besar, Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi mencapai kesepakatan perdagangan komprehensif pada hari Kamis selama pertemuan APEC di Korea Selatan — pelonggaran yang paling signifikan dalam hubungan AS-Tiongkok sejak kembalinya Trump ke kursi kepresidenan.
Pertemuan selama 90 menit tersebut menghasilkan kesepakatan yang menangguhkan miliaran biaya pelabuhan, mengamankan ekspor pertanian AS yang besar, dan menghentikan pembatasan perdagangan yang semakin meningkat yang mengancam rantai pasokan global.
Di bawah kesepakatan tersebut, kedua negara akan menangguhkan biaya pelabuhan timbal balik selama satu tahun — sebuah pengampunan yang bernilai sekitar $3,2 miliar per tahun untuk kapal yang dibangun di Tiongkok yang memasuki pelabuhan AS. AS juga akan mendapatkan keringanan dari tarif balasan Tiongkok pada kapal-kapal Amerika. "Langkah-langkah Pasal 301 telah ditangguhkan," konfirmasi Sekretaris Keuangan Scott Bessent di Fox Business Network.
Salah satu inti dari kesepakatan ini adalah komitmen Tiongkok untuk membeli 25 juta ton metrik kedelai AS setiap tahun selama tiga tahun — termasuk 12 juta ton sebelum Januari. Langkah ini memberikan keringanan yang sangat dibutuhkan bagi petani AS yang terkena dampak embargo kedelai sebelumnya oleh Beijing. "Petani kedelai besar kami seharusnya makmur di tahun-tahun mendatang," kata Bessent.
Trump juga mengamankan pengurangan tarif sebesar 10% pada impor Tiongkok, menurunkan tarif keseluruhan dari 57% menjadi 47%, sebagai imbalan atas janji Beijing untuk memperketat pengendalian kimia fentanyl.
Kedua belah pihak sepakat untuk menunda pembatasan baru selama satu tahun: Tiongkok akan menunda perluasan pengendalian ekspor bahan baku langka, sementara AS akan menahan diri dari larangan ekspor tambahan yang menargetkan perusahaan-perusahaan Tiongkok.
Pejabat mengatakan kesepakatan tersebut bisa ditandatangani secara resmi minggu depan, dengan Trump merencanakan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok pada bulan April, diikuti oleh kunjungan kembali Xi ke Washington.#USChinaDeal