Pada 31 Maret 2026, data pasar mengonfirmasi bahwa permintaan Bitcoin melemah seiring dengan meningkatnya suku bunga riil.

Berikut adalah analisis terkini tentang dinamika ini:

Biaya peluang yang tinggi:

Binance

Peningkatan imbal hasil riil (terutama pada obligasi Treasury 10 tahun yang diindeks inflasi atau TIPS) membuat aset dengan imbal hasil nol seperti Bitcoin menjadi kurang menarik bagi para investor.

Investor sekarang lebih memilih instrumen yang lebih aman yang menawarkan imbal hasil riil positif, seperti tabungan yang menampilkan hingga 5% atau CD pada 4,20%.

Penurunan permintaan institusional:

Rasio penyerapan/emisi (AER) Bitfinex, yang mengukur permintaan institusional dibandingkan dengan pasokan dari para penambang, telah turun menjadi 1,3x, dibandingkan dengan 5,3x pada akhir Februari 2026.

Aliran menuju ETF Bitcoin spot telah mendingin, menandakan adanya ketidakpedulian dari investor institusional dalam konteks pengetatan keuangan ini.

Dampak terhadap likuiditas:

Pertumbuhan stablecoin terhenti, yang menunjukkan kurangnya aliran uang tunai baru (fiat) ke dalam ekosistem crypto.

Sentimen umum pasar menjadi bearish sementara volatilitas dan strategi lindung nilai meningkat.

Prospek harga:

RootData +2

Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar 8 897 668 HTG (sekitar 67 500 $).

Para analis memperhatikan dengan seksama area antara 100 000

Tanpa terobosan yang berkelanjutan di atas ambang ini, Bitcoin bisa tetap berada dalam fase penyesuaian yang volatil untuk sebagian besar tahun 2026.

Apakah Anda ingin membandingkan data ini dengan perkembangan suku bunga FED yang diperkirakan untuk sisa tahun 2026?