Guncangan Minyak, Kepanikan Global, Crypto Merasakan Dampaknya
Lonjakan Brent pada bulan Maret berubah menjadi peringatan makro nyata, bukan sekadar judul komoditas lainnya. Minyak telah melonjak tajam karena krisis Hormuz mengganggu aliran, dengan Brent diperdagangkan sekitar $112–$113 dan mencatat kenaikan bulanan sekitar 57% pada 29 Maret. Trump juga telah memperingatkan Iran untuk membuka selat sebelum 6 April atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur energinya.
Tekanan menyebar dengan cepat. Para pemimpin keuangan G7 mengadakan panggilan darurat pada 30 Maret dan mendukung tindakan terkoordinasi untuk menstabilkan pasar energi, termasuk dukungan untuk pelepasan cadangan IEA. Korea Selatan bahkan mempertimbangkan pembatasan berkendara publik yang lebih luas jika harga minyak mentah naik ke kisaran $120–$130. Sementara itu, volatilitas minyak telah meledak, dengan data pasar Reuters menunjukkan OVX sekitar 93.36.
Crypto tidak terisolasi dari ini. CoinShares melaporkan $414 juta dalam aliran keluar mingguan dari produk investasi aset digital, menyalahkan ketakutan konflik Iran dan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi. Bitcoin juga duduk dekat area $67K, dengan harga yang dikutip terakhir sekitar $66,697. Risiko kembali menjadi perhatian.
Jika energi terus melonjak lebih tinggi, pasar mungkin tetap defensif lebih lama dari yang banyak orang harapkan.
Apakah Anda pikir BTC dapat mempertahankan zona ini jika volatilitas minyak terus meningkat?