Anggota Federal Reserve Stephen Miran melanjutkan seruannya untuk menurunkan suku bunga pada hari Senin, menegaskan bahwa para pembuat kebijakan tidak boleh terlalu khawatir tentang lonjakan harga energi saat ini kecuali ada tanda-tanda efek jangka panjang.

Dalam sebuah wawancara televisi, ia menjelaskan bahwa kekhawatiran yang nyata seharusnya hanya muncul jika siklus inflasi antara upah dan harga mulai berkembang, atau jika ada tanda-tanda meningkatnya ekspektasi inflasi. Ia mencatat bahwa indikator-indikator ini belum terwujud.

Ia menambahkan bahwa mengubah suku bunga sekarang, baik segera atau nanti, tidak akan memiliki dampak signifikan pada tingkat inflasi dalam beberapa bulan mendatang.

Inflasi Terkendali Meskipun Harga Minyak Naik

Miran menunjukkan bahwa indikator pasar menunjukkan ekspektasi inflasi tetap stabil, meskipun harga minyak melebihi $100 per barel dan harga bahan bakar naik lebih dari $1 per galon.

Ia menekankan bahwa kebijakan moneter, menurut sifatnya, memiliki efek tertunda dan tidak dirancang untuk menangani fluktuasi pasar jangka pendek.

Pandangan ini mencerminkan perspektif yang mendorong untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap guncangan harga sementara, terutama yang terkait dengan faktor-faktor geopolitik. Ketidaksepakatan internal mengenai jalur suku bunga

Perlu dicatat bahwa Merrill Lynch telah berbeda pendapat dari keputusan kebijakan moneter di setiap pertemuan yang dihadirinya sejak September 2015, mencerminkan perpecahan dalam Federal Reserve mengenai jalur suku bunga yang tepat.

Ia menekankan bahwa ia masih melihat kemungkinan untuk menurunkan suku bunga sebesar satu poin persentase penuh, yang akan dilakukan secara bertahap selama setahun.

Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan pendekatan yang lebih fleksibel dibandingkan dengan sikap yang berlaku di dalam bank sentral.

#AsiaStocksPlunge

#USNoKingsProtests

$BTC

BTC
BTCUSDT
67,400.1
-0.50%

$XAU

XAU
XAUUSDT
4,569.26
+0.83%