Harga emas naik selama sesi perdagangan hari Senin, didukung oleh dolar yang lebih lemah. Namun, keuntungan untuk logam mulia tetap terbatas karena lonjakan signifikan dalam harga energi, yang memicu kekhawatiran inflasi dan mengurangi kemungkinan pemotongan suku bunga AS tahun ini.

Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar AS, menjadikan komoditas yang dinyatakan dalam dolar lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang lain.

Volatilitas Pasar dan Konfirmasi Tren

Nicolas Frappell, Kepala Pasar Institusional Global di ABC Refinery, menjelaskan bahwa pergerakan emas selama seminggu terakhir, yang mengakhiri tiga minggu penurunan berturut-turut, menunjukkan potensi rebound saat harga mencapai tingkat oversold, yang mungkin membuka jalan untuk pembalikan tren turun.

Dia menambahkan bahwa skenario ini masih memerlukan konfirmasi melalui kinerja harga minggu ini, terutama mengingat aliran berita dan perkembangan yang cepat, yang menjadikan volatilitas sebagai fitur paling menonjol dari pasar.

Situasi ini mencerminkan keadaan kehati-hatian di antara investor, yang menunggu sinyal yang lebih jelas untuk menentukan arah berikutnya bagi emas mengingat faktor-faktor ekonomi dan geopolitik yang saling tumpang tindih.

#XAU

$XAU

XAU
XAUUSDT
4,571.33
+2.50%