⚡ PERKEMBANGAN HARGA MINYAK SELAMA 165 TAHUN: APA YANG SEBENARNYA KITA BELAJAR ⚡
Sejarah harga minyak adalah serangkaian kejutan yang hampir selalu bertepatan dengan peristiwa geopolitik atau krisis ekonomi global.
Sejak 1864 dengan Perang Saudara Amerika, melalui embargo Arab tahun 1973, revolusi Iran tahun 1979, Perang Teluk pada tahun 1990, dan krisis keuangan tahun 2008, setiap puncak memiliki nama tertentu dan dampak sistemik.
Hari ini kita menghadapi titik kritis baru.
Grafik Goldman Sachs jelas menunjukkan bagaimana kenaikan harga saat ini masih lebih rendah dibandingkan dengan kejutan tahun 1980 dan 2003.
Ini membuka dua skenario yang berlawanan tetapi sama-sama mungkin.
Di satu sisi, pasar bisa jadi benar: puncak saat ini terbatas dan akan segera kembali berkat faktor-faktor seperti penyesuaian pasokan, kebijakan moneter yang ketat, atau perlambatan permintaan global.
Di sisi lain, pasar bisa jadi meremehkan risiko. Dalam hal ini, lonjakan sesungguhnya belum tiba dan kita mungkin akan menyaksikan percepatan mendadak harga, dengan konsekuensi yang jauh lebih dalam terhadap ekonomi nyata.
Namun, satu elemen tetap konstan dalam sejarah: setiap kejutan minyak selalu diikuti oleh resesi, sebelum situasi menjadi normal kembali.
Pertanyaan sebenarnya, oleh karena itu, bukanlah apakah siklus ini akan terulang, tetapi di sisi mana kita berada hari ini.