Pasar global menyaksikan pergeseran tajam minggu ini akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang membayangi berbagai sektor ekonomi, dari energi hingga pasar keuangan dan cryptocurrency.

Krisis ini telah menjadi faktor paling berpengaruh yang membentuk keputusan investor dan proyeksi pertumbuhan global.

Seiring dengan meningkatnya ketegangan, kekhawatiran tentang pasokan energi semakin intens, terutama mengingat ancaman yang terus berlanjut untuk menutup Selat Hormuz, arteri vital untuk transportasi sekitar sepertiga dari pasokan minyak dunia.

Macquarie Group memperingatkan tentang skenario yang dapat mendorong harga minyak hingga $200 per barel jika konflik berlanjut hingga pertengahan tahun, mencerminkan tingkat kecemasan di pasar.

Lonjakan potensial dalam harga energi ini sudah mulai berdampak pada proyeksi ekonomi, dengan para ekonom menaikkan estimasi inflasi mereka untuk Amerika Serikat, memprediksi bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) akan mencapai 3,1%. Sebaliknya, proyeksi pertumbuhan dan lapangan kerja telah diturunkan, meningkatkan kemungkinan bahwa ekonomi AS akan memasuki resesi tahun depan akibat tekanan yang dihasilkan dari meningkatnya biaya.

Di pasar keuangan, dana ekuitas AS mengalami perubahan signifikan, dengan aliran kas kembali kuat setelah beberapa minggu penurunan. Lonjakan ini didorong oleh harapan meredanya ketegangan setelah keputusan politik, terutama perpanjangan penangguhan serangan oleh Donald Trump terhadap fasilitas energi Iran. Dana ekuitas menarik lebih dari $37 miliar dalam satu minggu, saat investor berfokus pada perusahaan-perusahaan besar sebagai tempat yang lebih aman.

#OilPricesDrop

$BTC

BTC
BTCUSDT
67,442.5
+1.48%

$XAU

XAU
XAUUSDT
4,571.33
+2.50%