#blockchain #Write2Earn pernyataan terbaru dari Jon Herrick, Chief Product Officer NYSE, tentang masa depan blockchain di pasar keuangan tradisional.
Bursa Efek New York (NYSE) bertaruh pada integrasi hibrida Blockchain
Sementara debat telah lama memisahkan keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi), Bursa Efek New York (NYSE) baru saja membawa visi pragmatis: blockchain tidak akan menggantikan sistem yang ada, tetapi akan meningkatkannya.
Jon Herrick, Chief Product Officer NYSE, baru-baru ini menjelaskan bahwa strategi institusi tersebut bergantung pada integrasi bertahap ("overlaying") teknologi blockchain ke infrastruktur pasar yang ada.
3 pilar transformasi
Tujuan NYSE bukan untuk menghapus sepenuhnya masa lalu, tetapi untuk menggunakan teknologi untuk menyelesaikan titik-titik gesekan utama:
* Tokenisasi aset: Dengan mengubah aset keuangan menjadi token digital di blockchain, NYSE bertujuan untuk penyelesaian-livraison secara real-time (atau hampir real-time). Ini akan memungkinkan pengurangan waktu transaksi dan membebaskan modal yang terikat.
* Perpanjangan jam perdagangan: Blockchain beroperasi 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Mengintegrasikannya akan memungkinkan pasar yang lebih terjangkau, melampaui penutupan tradisional bursa global.
* Interoperabilitas regulasi: Ini adalah poin krusial. Herrick menekankan bahwa kompensasi terpusat tetap sangat efektif untuk manajemen risiko bersih. Masa depan akan menjadi hibrida: kecepatan blockchain dipadukan dengan keamanan kerangka regulasi dan kompensasi yang ada.
Mengapa tidak penggantian total?
Bertentangan dengan idealisme desentralisasi total, NYSE percaya bahwa sistem kompensasi terpusat memiliki keahlian yang tak tergantikan dalam manajemen risiko pasar. Ideanya adalah untuk mengimplementasikan blockchain secara bertahap, terutama dalam proses pasca-pasar.