Apakah Anda tahu? Lima momen anonim dalam sejarah ketika tombol untuk bencana besar hampir ditekan, tetapi sebuah keajaiban atau penolakan dari seorang manusia menyelamatkan miliaran manusia dari menjadi korban. Ini bukan sekadar cerita, tetapi kebenaran mengerikan yang masih terkubur dalam dokumen resmi. 1. Vasily Arkhipov: orang yang menyelamatkan dunia sendirian (1962) Selama Krisis Misil Kuba, sebuah kapal selam Rusia tersembunyi di kedalaman laut yang dilengkapi dengan torpedo nuklir. Kapal-kapal angkatan laut Amerika melakukan ledakan kecil untuk membawa kapal selam ke permukaan.
Kapten di dalam kapal selam merasa bahwa Perang Dunia Ketiga telah dimulai. Menurut hukum, diperlukan persetujuan dari tiga perwira untuk meluncurkan bom atom. Dua sudah setuju, tetapi Vasily Arkhipov menolak. Jika dia juga setuju, mungkin hari ini sebagian besar dunia akan menjadi kuburan yang gersang. 2. Stanislav Petrov: Pahlawan Alarm Palsu (1983) Di sebuah bunker Uni Soviet, Petrov tiba-tiba melihat di layar bahwa Amerika telah meluncurkan 5 rudal nuklir ke arah Rusia. Sistem berteriak bahwa serangan telah terjadi dan hanya tersisa satu menit untuk balasan serangan nuklir. Petrov menggunakan akalnya dan berpikir bahwa jika Amerika menyerang, mereka akan meluncurkan ribuan rudal, bukan hanya 5. Dia menganggap itu sebagai kesalahan sistem dan tidak melaporkannya ke atas. Kemudian terungkap bahwa itu benar-benar kesalahan teknis akibat refleksi sinar matahari dari awan. 3. Kecelakaan Roket Norwegia (1995) Radar Rusia melihat sebuah rudal mendekati perbatasan mereka yang terlihat persis seperti bom atom Amerika. Sebuah koper nuklir dibuka di depan Presiden Rusia saat itu, Boris Yeltsin, dan dia hampir menekan tombol. Dalam beberapa detik terakhir, terungkap bahwa rudal tersebut bukan bom atom, melainkan roket cuaca dari ilmuwan Norwegia yang bertujuan untuk penelitian aurora. 4. Kecelakaan Goldsboro: Bom Atom yang Pecah (1961) Sebuah pesawat tempur Amerika meledak di udara dan dua bom atom kuat di dalamnya jatuh di ladang North Carolina. Parasut salah satu bom terbuka dan ia tergantung di udara. Ketika para insinyur memeriksa bom tersebut, mereka berkeringat dingin. Tiga dari empat kunci pengaman bom telah terbuka. Hanya satu saklar kecil yang tersisa yang mencegahnya meledak. Jika itu meledak, jutaan orang akan segera menjadi korban. 5. Able Archer: Ketika Latihan Terasa Nyata (1983) Negara-negara NATO sedang melakukan latihan perang nuklir. Rusia merasa bahwa ini bukan latihan tetapi persiapan serangan. Angkatan Udara Rusia memuat bom atom ke pesawat mereka dan para pilot hanya menunggu perintah. Sebuah koper nuklir dibuka di depan Presiden Rusia saat itu, Boris Yeltsin, dan dia hampir menekan tombol. Dalam beberapa detik terakhir, terungkap bahwa rudal tersebut bukan bom atom, melainkan roket cuaca dari ilmuwan Norwegia yang bertujuan untuk penelitian aurora. 4. Kecelakaan Goldsboro: Bom Atom yang Pecah (1961) Sebuah pesawat tempur Amerika meledak di udara dan dua bom atom kuat di dalamnya jatuh di ladang North Carolina. Parasut salah satu bom terbuka dan ia tergantung di udara. Sistem berteriak bahwa serangan telah terjadi dan hanya tersisa satu menit untuk balasan serangan nuklir. Petrov menggunakan akalnya dan berpikir bahwa jika Amerika menyerang, mereka akan meluncurkan ribuan rudal, bukan hanya 5. Dia menganggap itu sebagai kesalahan sistem dan tidak melaporkannya ke atas. Kemudian terungkap bahwa itu benar-benar kesalahan teknis akibat refleksi sinar matahari dari awan. 3. Kecelakaan Roket Norwegia (1995) Radar Rusia melihat sebuah rudal mendekati perbatasan mereka yang terlihat persis seperti bom atom Amerika.
