Ketua SEC Menegaskan: BTC, ETH Tidak Termasuk Dalam Kategori Sekuritas
Pada 18 Maret, di DC Blockchain Summit 2026, Ketua SEC Paul Atkins mengumumkan kerangka klasifikasi token baru dan penjelasan kontrak investasi, yang memberikan sinyal regulasi yang sangat jelas: Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) secara tegas dimasukkan ke dalam kategori aset non-sekuritas.
Berdasarkan kerangka baru ini, SEC secara jelas mengecualikan 4 jenis aset digital non-sekuritas, termasuk:
1. Barang digital: seperti BTC, ETH
2. Koleksi digital
3. Alat digital
4. Stablecoin berbasis pembayaran di bawah kerangka "Undang-Undang GENIUS"
Sementara itu, SEC juga menetapkan batasan yang lebih jelas:
Yang benar-benar berada di bawah yurisdiksi hukum sekuritas AS akan terutama adalah "sekuritas digital", yaitu bentuk tokenisasi dari sekuritas tradisional.
Paul Atkins juga secara khusus menekankan, SEC tidak lagi menjadi "komite yang mengatur segalanya". Artinya sangat langsung: fokus regulasi SEC di masa depan tidak akan lagi berusaha untuk memasukkan semua aset kripto ke dalam logika sekuritas, tetapi akan mengelompokkan dan mengelola berdasarkan sifat aset.
Ini adalah perubahan yang sangat penting bagi seluruh industri kripto.
Di satu sisi, posisi regulasi BTC dan ETH semakin jelas, membantu meningkatkan stabilitas ekspektasi pasar;
Di sisi lain, ini juga berarti bahwa fokus kontroversi industri di masa depan mungkin akan beralih dari "apakah itu sekuritas" secara bertahap menjadi "termasuk dalam kategori aset mana, dan aturan mana yang berlaku".
Jika kerangka ini terus diterapkan, narasi regulasi pasar kripto mungkin secara resmi beralih dari "penegakan hukum secara menyeluruh" ke "pengelolaan berdasarkan klasifikasi".#加密货币 #监管框架 #SEC