Banyak trader belajar tentang indikator, pola, dan berbagai strategi trading.

Tapi meskipun begitu, sebagian besar dari mereka masih terus kalah di pasar.

Kenapa?

Karena mereka tidak memahami bagaimana harga sebenarnya bergerak.

Sebenarnya, pasar tidak hanya bergerak berdasarkan pasokan dan permintaan atau indikator teknis.

Harga bergerak menuju likuiditas.

Apa artinya ini?

Dalam trading, likuiditas sering terlihat di tempat-tempat di mana banyak order yang terakumulasi — seperti stop loss dari para trader.

Contoh:

Ketika banyak trader menempatkan stop loss di bawah level support, area itu menjadi kolam likuiditas.

Dan seringkali, harga bergerak ke sana sebelum melakukan gerakan besar berikutnya.

Ini adalah alasan mengapa banyak trader mengalami apa yang disebut "perburuan stop loss".

Mereka mengira mereka hanya salah entry.

Namun dalam banyak kasus, yang terjadi hanyalah peristiwa likuiditas yang sederhana.

Di sinilah konsep Struktur Pasar dan Rekayasa Likuiditas masuk.

Ketika kamu memahami struktur pasar, kamu akan melihat di mana tren berada dan bagaimana harga membentuk Higher Highs, Higher Lows, Lower Highs, dan Lower Lows.

Ketika kamu memahami likuiditas, kamu akan melihat ke mana harga mungkin bergerak untuk mengambil pesanan yang terakumulasi.

Ketika kamu menggabungkan kedua ini — struktur dan likuiditas — cara kamu melihat grafik akan berubah.

Kamu tidak lagi sekadar menebak arah pasar.

Sebaliknya, kamu akan mulai membaca pergerakan uang institusional.

Dan di sana dimulailah pemahaman yang lebih lanjut tentang perdagangan.

Pasar tidak acak.

Ini adalah sistem yang bergerak berdasarkan likuiditas.

— Pelatih KimDoGi

#PerdaganganKrypto

#Bitcoin

#StrukturPasar

#Likuiditas

#PendidikanPerdagangan

#AnalisisKrypto