🚨 24 jam ke depan bisa menjadi salah satu momen paling kritis di 2026.
Banyak orang berpikir bahwa ketegangan AS–Iran hanya tentang harga minyak. Kenyataannya jauh lebih besar.
Sekitar 20 juta barel minyak per hari biasanya melewati Selat Hormuz, sekitar 20% dari pasokan petroleum global. Namun dampak sebenarnya jauh melampaui bahan bakar.
Sebagian besar pasokan belerang dunia berasal dari penyulingan minyak dan gas. Belerang digunakan untuk memproduksi asam sulfat, bahan kimia yang paling banyak diproduksi di Bumi. Bahan kimia ini sangat penting untuk mengekstraksi logam industri kunci seperti tembaga, kobalt, dan nikel.
Tanpa itu, seluruh rantai pasokan melambat — termasuk infrastruktur listrik, baterai EV, dan manufaktur elektronik.
Gas alam adalah faktor kritis lainnya. Qatar mengekspor bagian besar dari LNG-nya melalui Hormuz, memasok energi ke seluruh Asia. Negara-negara seperti Taiwan sangat bergantung pada LNG, dan gangguan bisa dengan cepat menyebabkan kekurangan energi.
Itu penting karena TSMC memproduksi sekitar 90% dari semikonduktor paling maju di dunia dan mengonsumsi bagian signifikan dari listrik Taiwan.
Jika pasokan listrik terganggu → produksi chip melambat.
Dan tanpa chip → sistem AI, elektronik, dan teknologi pertahanan canggih terpengaruh.
Dampak ganda juga bisa meluas ke produksi makanan global. Bagian besar bahan baku pupuk nitrogen juga bergerak melalui Selat, yang vital untuk pertanian modern.
Jadi situasi ini bukan hanya tentang minyak.
Ini tentang seluruh rantai pasokan global: Energi → bahan kimia industri → logam → elektronik → semikonduktor → produksi makanan.
Selat Hormuz berada di pusat semuanya.