Harga emas di masa depan kemungkinan besar akan terus meningkat, tetapi volatilitas akan semakin intens, dan pada tahun 2026 diharapkan dapat mencapai 5400–6000 USD/ons, dalam skenario ekstrem mungkin akan melampaui 6500 USD. Dalam jangka pendek, pasar sedang beralih dari 'euforia' ke 'fluktuasi tinggi', tetapi logika jangka menengah dan panjang tidak berubah.
#美国众议院终止特朗普加拿大关税
Logika inti:
Pertama, gelombang pembelian emas oleh bank sentral global terus berlanjut. Pada tahun 2024, pembelian emas bersih oleh bank sentral global melebihi 1000 ton, China telah meningkatkan kepemilikan selama 14 bulan berturut-turut, cadangan emas kini mencakup hampir 30% dari total cadangan bank sentral global, menjadi aset cadangan terbesar. Ini bukan spekulasi jangka pendek, melainkan strategi lindung nilai terhadap melemahnya kredibilitas dolar AS dan meningkatnya risiko geopolitik.
Kedua, ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve semakin menguat. Pasar secara umum memperkirakan bahwa pada tahun 2026 suku bunga akan diturunkan sebesar 50–75 poin dasar, penurunan suku bunga riil akan secara langsung mengurangi biaya kepemilikan emas, mendorong permintaan alokasi.
Ketiga, permintaan untuk lindung nilai meningkat secara struktural. Dari kebijakan tarif Trump hingga situasi di Timur Tengah, ketidakpastian global terus berkembang, fungsi emas sebagai 'aset lindung nilai terakhir' dinilai ulang, tidak lagi hanya alat darurat, tetapi menjadi batu penyeimbang dalam alokasi aset jangka panjang.
Harga emas pada bulan Januari pernah anjlok 9,25% dalam satu hari, mencatatkan penurunan terbesar dalam 43 tahun, penyebab utamanya adalah pemilihan ketua Federal Reserve yang memicu spekulasi untuk menutup posisi, ditambah dengan peningkatan rasio margin CME. Saat ini harga emas berfluktuasi di sekitar 5000 USD, analisis teknis telah memasuki periode 'pengambilan keuntungan' dan 'kelanjutan tren'. Jika pemulihan ekonomi AS melebihi ekspektasi, dolar AS menguat, atau konflik geopolitik mereda, harga emas mungkin akan kembali menguji area dukungan 4800–4900 USD.
Target harga lembaga bervariasi, tetapi arahnya konsisten:
Goldman Sachs dan Bank of America memprediksi harga emas mencapai 5400–6000 USD/ons pada akhir tahun 2026.