Iran meluncurkan serangan rudal skala besar, termasuk serangan di daerah sipil seperti Pusat Medis Soroka di Beersheba dan gedung-gedung tempat tinggal di pinggiran Tel Aviv. Setidaknya 200–240 orang terluka, meskipun secara ajaib tidak ada kematian yang dilaporkan di rumah sakit berkat upaya evakuasi.

Israel membalas dengan serangan udara, menargetkan infrastruktur nuklir dan militer Iran—terutama reaktor air berat Arak dan lokasi lain yang terkait dengan program nuklirnya.

Ketegangan meningkat secara dramatis dalam retorika: Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka mengancam Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei, menyebutnya sebagai “Hitler modern” dan menyatakan bahwa dia “tidak dapat terus ada”—menyebut ini sebagai tujuan perang.

Diplomasi di balik layar: Pejabat AS, termasuk utusan khusus Steve Witkoff, telah mengadakan pembicaraan langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. Iran telah menunjukkan minat untuk kembali ke negosiasi nuklir—tetapi hanya jika serangan Israel dihentikan.

Implikasi regional dan global: Israel tampaknya bertekad untuk meruntuhkan fondasi rezim Iran—menyerang fasilitas nuklir dan institusi internal—dengan keterlibatan AS yang masih belum diputuskan. Jalur diplomatik yang rapuh tetap ada melalui rencana pembicaraan yang dipimpin Eropa di Jenewa.

Di dalam negeri Iran, pemerintah telah memberlakukan pemadaman internet secara nasional sejak 17 Juni, kemungkinan untuk membatasi ketidakpuasan internal dan mengelola respons publik selama konflik yang meningkat.

Putaran serangan ini menandai salah satu eskalasi tajam sejak 13 Juni, dengan infrastruktur sipil yang terkena dampak langsung. Meskipun ada upaya diplomatik yang jarang, kedua negara tampaknya bersiap untuk konfrontasi lebih lanjut. 24–48 jam ke depan akan sangat krusial, terutama dengan kebijakan AS yang masih dalam perubahan.

#PowellRemarks #IsraelIranConflict #CryptoStocks #BombieBinanceTGE #freepalistine

$PEPE $BONK $HUMA