Wilayah Pertumbuhan Teratas:
Amerika Selatan memimpin dengan pertumbuhan yang mencengangkan sebesar 116,5%, meningkat dari 25,5 juta pemilik kripto pada 2023 menjadi 55,2 juta pada 2024.
Oseania mengikuti dengan pertumbuhan 114,3%, meningkat dari 1,4 juta menjadi 3,0 juta pemilik.
Pertumbuhan Sedang:
Eropa menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 60,3%, meningkatkan basis pemilik kriptonya dari 30,7 juta menjadi 49,2 juta.
Amerika Utara mencatat pertumbuhan solid sebesar 38,6%, meningkat dari 52,1 juta menjadi 72,2 juta.
Wilayah Pertumbuhan Lambat:
Asia, meskipun memiliki jumlah terbesar pemilik kripto (268,2 juta pada 2023 menjadi 326,8 juta pada 2024), mengalami pertumbuhan yang relatif rendah sebesar 21,8%.
Afrika menunjukkan pertumbuhan terendah sebesar 8,5%, meningkat dari 40,1 juta menjadi 43,5 juta pemilik.
Wawasan Utama:
Amerika Selatan dan Oseania adalah pasar yang sedang berkembang untuk adopsi kripto, kemungkinan dipicu oleh ketidakstabilan ekonomi dan minat pada mata uang terdesentralisasi.
Asia tetap menjadi pasar terbesar berdasarkan volume murni tetapi telah mencapai titik kejenuhan, yang mengakibatkan pertumbuhan yang lebih lambat.
Afrika, meskipun memiliki potensi, tertinggal dalam pertumbuhan, kemungkinan disebabkan oleh tantangan infrastruktur dan regulasi.