Korea Selatan: Mantan pegolf profesional dan mantan CEO bursa mata uang kripto menerima hukuman penjara karena memanipulasi harga altcoin
Pengadilan di Korea Selatan telah menjatuhkan hukuman penjara kepada mantan CEO pertukaran mata uang kripto Bithumb dan seorang pegolf profesional terkenal. Keduanya dihukum karena menerima suap dan memanipulasi harga altcoin, sehingga menyebabkan kerugian besar pada pasar keuangan.
Menurut media lokal, mantan CEO Lee Sang-jun dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena memerintahkan karyawannya untuk mencatatkan mata uang kripto yang dirahasiakan. Sementara itu, pegolf Ahn Sung-hyun divonis empat setengah tahun penjara atas perannya dalam kasus tersebut.
Manipulasi harga merugikan pasar
Pengadilan Distrik Selatan Seoul mengeluarkan putusan pada tanggal 26 Desember, yang menekankan bahwa tindakan kedua pria tersebut merusak keadilan dan transparansi pasar mata uang kripto, yang menyebabkan kerugian besar bagi investor yang jujur.
Menurut dakwaan, Ahn menerima uang dan hadiah berharga dari seorang pengusaha bernama Kang Jong-hyun, termasuk lebih dari 3 miliar won tunai dan barang-barang mewah seperti jam tangan dan tas desainer. Uang tersebut digunakan untuk menyuap Lee agar mendaftarkan mata uang digital tertentu di Bithumb.
Tuduhan dan pengkhianatan di antara para terdakwa lainnya
Jaksa menuduh Kang menggunakan pencatatan altcoin tersebut untuk menggelembungkan nilai mata uang kripto berkapitalisasi rendah, yang menyebabkan sentimen pasar negatif. Namun, perlu dicatat bahwa Ahn mengambil sebagian uang yang diberikan Kang kepadanya dan menggunakannya untuk membeli saham, alih-alih mentransfer semuanya kepada Lee seperti yang disepakati semula.
Pengadilan menyimpulkan bahwa tindakan Ahn sangat serius dan curang, menggunakan 2 miliar won untuk keuntungan pribadi.
Kasus memicu kontroversi atas Bithumb
Selain itu, Kang, yang disebut-sebut memiliki hubungan dekat dengan Ahn dan Lee, juga dijatuhi hukuman 18 bulan penjara atas tuduhan pelanggaran kepercayaan. Ia dicurigai sebagai "pemilik rahasia" Bithumb, tetapi hal ini belum sepenuhnya dijelaskan.
Kasus ini sekali lagi menyoroti kerentanan dalam industri mata uang kripto dan pentingnya pengawasan untuk melindungi investor.