Protes "No Kings" di AS semakin mendapatkan momentum, dengan jutaan orang turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap kebijakan Presiden Donald Trump, terutama mengenai imigrasi dan perang di Iran. Protes terbaru, yang berlangsung pada 28 Maret 2026, menyaksikan lebih dari 3.200 acara yang direncanakan di seluruh 50 negara bagian, dengan perkiraan 8-9 juta peserta.
Protes-protes tersebut ditandai dengan bentrokan antara demonstran dan polisi di beberapa kota, termasuk Los Angeles, Portland, dan Dallas. Di LA, para pengunjuk rasa melemparkan blok semen dan bom asap merah muda ke arah agen federal, sementara di Portland, demonstran yang mengenakan masker gas bentrok dengan polisi.
Gerakan "No Kings", yang dimulai tahun lalu, telah melihat pertumbuhan yang signifikan, dengan penyelenggara mengatakan bahwa ini adalah salah satu demonstrasi satu hari terbesar dalam sejarah AS. Protes tidak terbatas pada kota-kota besar, dengan kota-kota kecil dan komunitas juga ikut serta.
Beberapa acara penting termasuk rapat di Minnesota, di mana Bruce Springsteen tampil, dan protes di New York City, di mana puluhan ribu orang berbaris melalui Midtown. Selebriti seperti Robert De Niro, Al Sharpton, dan Jane Fonda juga berpartisipasi dalam protes tersebut.
Gedung Putih telah mengabaikan protes tersebut, dengan juru bicara Abigail Jackson menyebutnya "Sesi Terapi Gangguan Trump" dengan sedikit perhatian publik.
#USNoKingsProtests #Mfkmalik #War #IRAN #amercia